Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Elon Musk Disebut Sengaja Batasi Akses Starlink di Ukraina

2 min read
Elon Musk Disebut Sengaja Batasi Akses Starlink di Ukraina
CEO SpaceX, Elon Musk. (Tesla Owners Club Belgium, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Wall Street Journal melaporkan Elon Musk menginstruksikan perlambatan Starshield di Ukraina, meski mekanisme pembatasannya belum dipastikan.
  • Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah pemerintah memerintahkan perubahan layanan Starshield, sementara SpaceX memberi lisensi teknologinya kepada pemerintah AS.
  • Intelijen militer Ukraina menuduh Rusia mengarahkan sabotase fasilitas Starlink di Eropa, setelah kebakaran di Polandia dan laporan percobaan pembakaran di Lithuania.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sepekan terakhir Ukraina memprotes terkait dengan pembatasan akses internet Starlink khusus militer, Starshield. Namun, menurut laporan dari Wall Street Journal, CEO SpaceX, Elon Musk yang sebenarnya menginstruksikan perlambatan akses layanan Starshield di Ukraina. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membantah menginstruksikan perlambatan Starshield di Ukraina. Pernyataan itu menyusul tuduhan dari Elon Musk bahwa pemerintah AS yang memiliki kontrol pada Starshield. 

  1. 1. Musk sudah berbicara dengan pejabat AS soal instruksi pembatasan

    ilustrasi Starlink
    ilustrasi Starlink (unsplash.com/maria_shalabaieva)

    Menurut Wall Street Journal, Musk sudah berbicara dengan pejabat AS soal perintah pembatasan kecepatan Starshield. Kemudian, ia menginginkan penjelasan langsung dari presiden soal masalah tersebut. 

    Dilansir dari CBS News pada Selasa (20/10/2026), Musk juga mengungkapkan bahwa tidak senang dengan anggapan bahwa perusahaannya mendapat keuntungan di tengah perang Rusia dan Ukraina. Namun, masih belum bisa dipastikan bagaimana Musk memerintahkan pembatasan akses teknologi tersebut. 

    SpaceX diketahui sudah memberikan lisensi teknologi Starshield kepada pemerintah AS. Dengan itu, otoritas AS memiliki kendali untuk menentukan siapa yang berhak mengakses teknologi internet satelit khusus militer tersebut. 

  2. 2. Hegseth pastikan pemerintah AS tidak batasi akses Starshield di Ukraina

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

    Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan bahwa AS tidak memerintahkan perubahan layanan Starshield di Ukraina. Menurutnya, semua layanan Starshield sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. 

    “Kami tidak membatasi apapun. Terutama, mengenai perjanjian layanan yang harus diikuti. Starlink dapat menentukan secara independen, tapi menurut pandangan kami, tidak ada yang berubah,” ungkapnya, dikutip dari Ukrinform.

    Masalah gangguan layanan Starshield di Ukraina menambah panjang ketegangan antara Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Keduanya bersitegang imbas perjanjian antara Washington dan Moskow soal impor solar. 

  3. 3. Ukraina tuding Rusia sasar fasilitas Starlink di Eropa

    ilustrasi bendera Ukraina
    ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/madara_p)

    Pekan lalu, Badan Intelijen Militer Ukraina (HUR) mengatakan bahwa Rusia menginstruksikan serangan sabotase ke fasilitas penting di Eropa. Salah satu target utama adalah fasilitas Starlink di negara-negara Eropa anggota Uni Eropa dan NATO. 

    Dilansir TVP World, peringatan ini muncul setelah peristiwa kebakaran di stasiun komunikasi Starlink di Wola Krobowska, Polandia pekan lalu. Tak hanya itu, pada akhir pekan, terjadi laporan mengenai upaya pembakaran di fasilitas Starlink di Lithuania. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More