Jakarta, IDN Times - Afrika Selatan (Afsel) menuding Elon Musk sebarkan kabar bohong atau hoaks. Menurutnya, Musk tidak menghormati hukum transformasi di Afsel.
“Terdapat 193 negara anggota PBB. Tentu, masih ada uang yang akan didapat dari 192 pasar lainnya. Maka dari itu, ini adalah saatnya untuk berpaling, ungkap Juru Bicara Pemerintah Afsel, Vincent Magwenya, dikutip dari Business Insider Africa, Rabu (15/4/2026).
Beberapa bulan terakhir, Afsel dan Musk terlibat perselisihan menyusul melarang Starlink beroperasi. Layanan internet dari SpaceX tersebut dilarang beroperasi karena tidak mendapat sertifikat dari Afsel.
