Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Masjid Agung Kufa, Masjid Bersejarah di Provinsi Najaf

4 min read
Masjid Agung Kufa, Masjid Bersejarah di Provinsi Najaf
Pemandangan udara Masjid Agung Kufa. (commons.wikimedia.org/Karbobala)

Masjid Agung Kufa terletak di Kufa, Provinsi Najaf, Irak, dan merupakan salah satu masjid tertua di dunia. Dibangun pada abad ke-7, masjid ini memiliki keterkaitan dengan Ali bin Abi Thalib serta menjadi tempat bagi makam Muslim bin Aqil, Hani bin Urwa, dan Al-Mukhtar. Selain itu, dikenal karena perannya yang penting dalam sejarah awal Islam. Menurut hadis, Nabi Adam adalah sosok pertama yang mendirikan Masjid Agung Kufa.

Didirikan tak lama setelah Kufa dibangun sebagai kota garnisun, masjid ini segera menjadi pusat penting pemerintahan dan pembelajaran. Sejarah yang panjang serta keterkaitan dengan tokoh-tokoh kunci pada masa awal Islam menjadikannya salah satu situs paling suci di dunia Islam. Masjid ini memiliki kedudukan istimewa dalam Islam Syiah, yang memandangnya sebagai situs penting dari segi keimanan. Yuk, simak fakta unik tentang Masjid Agung Kufa berikut ini, guys!

  1. 1. Pertama kali dibangun pada tahun 638

    Pemandangan Masjid Agung Kufa pada tahun 1915, memperlihatkan bangunan masjid bersejarah dan lingkungan sekitarnya.
    Pemandangan Masjid Agung Kufa pada tahun 1915. (commons.wikimedia.org/Unknown author)

    Masjid utama pertama Kufa dibangun pada tahun 638, tak lama setelah kota didirikan. Memiliki denah berbentuk persegi, banyak pintu gerbang, dan terletak di sebelah istana gubernur yang dikenal sebagai Dar al-Imara. Terdapat area beratap dengan deretan tiang; beberapa di antaranya berasal dari situs-situs kuno di al-Hira. Istana gubernur kemungkinan besar berfungsi baik sebagai tempat tinggal maupun untuk urusan pemerintahan, tambah Tuba Travel.

    Kubah emas yang kini terlihat menaungi makam-makam tersebut ditambahkan pada masa Safawi. Masjid ini kemudian dipugar pada tahun 1998, dengan pengerjaan yang rampung pada awal tahun 2010. Proyek tersebut menambahkan detail emas dan perak baru pada masjid. Bagian mihrab dilapisi dengan zari emas, sementara ayat-ayat Al-Qur'an ditempatkan di sekeliling dinding bagian dalam.

  2. 2. Sangat terkait dengan Ali bin Abi Thalib

    Bagian interior Masjid Agung Kufa yang memuat beberapa makam, dengan ornamen arsitektur Islam pada dinding dan langit-langit.
    potret bagian Masjid Agung Kufa yang berisi makam-makam (commons.wikimedia.org/David Stanley)

    Masjid Agung Kufa memiliki kaitan erat dengan Ali bin Abi Thalib, khalifah keempat dalam Islam dan Imam pertama dalam keyakinan Syiah. BeGlobality menyebutkan bahwa ia memindahkan ibu kota kekhalifahan ke Kufa pada tahun 656 M. Setelah itu, masjid menjadi tempat penting baginya untuk memimpin negara. Ia juga sering menyampaikan khotbah di sana.

    Pada tahun 661, Ali bin Abi Thalib terluka parah saat sedang salat di dalam masjid. Ia kemudian meninggal dunia akibat luka-lukanya, menjadikan peristiwa tersebut sebagai bagian penting dalam sejarah Islam. Kini, Masjid Agung Kufa dipandang sebagai simbol yang suci bagi umat Muslim Syiah. Bahkan menarik banyak peziarah yang datang untuk beribadah dan memberikan penghormatan.

  3. 3. Arsitektur Masjid Agung Kufa

    Menara jam Masjid Agung Kufa menjulang dengan kubah kecil dan ornamen arsitektur Islam di bawah langit cerah.
    potret menara jam Masjid Agung Kufa (commons.wikimedia.org/David Stanley)

    Masjid Agung Kufa memiliki pelataran terbuka yang luas, dikelilingi oleh deretan arkade dan aula salat. Terdapat pula berbagai makam serta ruang yang didedikasikan untuk menghormati tokoh-tokoh penting. Selama bertahun-tahun, masjid ini telah mengalami berbagai perbaikan, menjadikannya sebuah situs yang memadukan akar sejarah lamanya dengan bentuk-bentuk desain yang lebih baru.

    Meskipun mengalami banyak perubahan seiring berjalannya waktu, Masjid Agung Kufa tetap mempertahankan ikatan yang kuat dengan masa lalunya. Akar sejarah yang lama masih terlihat jelas pada bentuk dan perannya. Saat ini, masjid ini berdiri sebagai situs yang megah dan ternama di Kufa.

  4. 4. Terkait dengan banyak tradisi agama penting

    Pintu masuk Masjid Agung Kufa di Irak dengan lengkungan bernuansa biru, kaligrafi Arab, dan ornamen Islam.
    potret salah satu pintu masuk Masjid Agung Kufa (commons.wikimedia.org/سید محمود جوادی‎)

    Masjid Agung Kufa telah lama dikaitkan dengan berbagai kisah keimanan penting dan kepercayaan Islam masa lampau. Teks-teks Islam menyebutkan bahwa masjid ini memiliki keterkaitan dengan para nabi seperti Adam, Nuh, dan Ibrahim. Selain itu, dipandang sebagai lokasi ibadah yang memiliki akar sejarah sejak masa lampau; bahkan, ada kepercayaan yang mengaitkan fungsi sakralnya dengan masa sebelum dimulainya Islam.

    Saat ini, Masjid Agung Kufa tetap menjadi tempat ibadah yang aktif. Masjid ini juga merupakan situs penting bagi para peziarah, yang sebagian besarnya adalah Muslim Syiah. Banyak pengunjung datang sembari mengunjungi kota suci Najaf dan Karbala.

    Masjid Agung Kufa lebih dari sekadar tempat ibadah kuno; sejarah yang kaya serta keterkaitan dengan tokoh-tokoh penting menjadikannya bagian tak terpisahkan dari sejarah Islam. Hingga kini, masjid ini tetap menjadi simbol kebanggaan Kufa, menempati posisi istimewa dalam Islam Syiah, serta memegang peranan penting sebagai tempat ibadah dan tujuan ziarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More