3 Fakta Unik Touro, Sinagoge Tertua di Amerika Serikat

Sinagoge Touro dibangun pada tahun 1763 dan merupakan bangunan sinagoge tertua di Amerika Serikat. Desain yang indah serta sejarah yang kaya menjadikannya bagian penting dari sejarah AS. Bangunan ini juga dipandang sebagai salah satu dari sepuluh bangunan paling terkemuka dari abad ke-18 di negara Amerika Utara tersebut. Selain itu, secara luas dianggap sebagai bangunan Yahudi-nya yang paling bersejarah.
Sinagoge Touro merupakan situs bersejarah penting di Newport, Rhode Island, yang memiliki kaitan erat dengan sejarah awal kebebasan beragama di AS. Hingga kini masih digunakan sebagai tempat ibadah dan tetap menjadi bagian penting dari sejarah keagamaannya. Yuk, simak fakta unik tentang Sinagoge Touro berikut ini, guys!
1. Jemaatnya didirikan pada tahun 1658

Pemandangan pintu masuk Sinagoge Touro. (commons.wikimedia.org/Kenneth C. Zirkel) Jemaat sinagoge ini didirikan pada tahun 1658 oleh orang-orang Yahudi yang keluarganya melarikan diri dari Inkuisisi Spanyol dan Portugis. Setelah menetap di Karibia, banyak yang kemudian pindah lagi demi mencari kebebasan beragama yang lebih besar. Mereka memilih Rhode Island karena menawarkan toleransi yang lebih tinggi terhadap berbagai keyakinan, ujar National Trust for Historic Preservation. Kedatangan mereka turut membentuk komunitas Yahudi yang kemudian membangun Sinagoge Touro.
Sinagoge Touro merupakan situs bersejarah penting yang mencerminkan pergumulan yang dihadapi oleh kaum Yahudi di masa awal AS. Dibangun pada masa ketika prasangka keagamaan begitu kuat, tempat ini telah bertahan melewati berbagai kesulitan dan masa-masa persekusi. Sejarah yang panjang serta penggunaan yang terus berlanjut menjadikannya bagian penting dari warisan keagamaan dan budaya Yahudi AS.
2. Arsitektur Sinagoge Touro

Pemandangan bagian dalam Sinagoge Touro. (commons.wikimedia.org/Zellner55) Sinagoge Touro menampilkan keanggunan desain bergaya Georgia, dengan garis-garis yang bersih dan kesan keseimbangan yang nyata. Bentuk bangunannya mengutamakan simetri dan proporsi yang rapi. Di bagian dalam, aula ibadah dua lantai ini memiliki pilar-pilar ramping serta bimah (mimbar pembacaan) yang terletak di tengah ruangan, lapor Visit Rhode Island. Ukiran kayu yang halus juga memperlihatkan keahlian tinggi para perajin di era kolonial.
Desain sinagoge mencerminkan keyakinan Yahudi pada masanya, dengan orientasi utama yang menghadap ke arah Yerusalem. Galeri tempat duduk yang ditinggikan serta gaya yang sederhana juga melestarikan ciri-ciri penting dari sejarah awalnya. Elemen-elemen ini memberikan nilai sejarah yang abadi bagi Sinagoge Touro sebagai catatan langka mengenai kehidupan masyarakat Yahudi di AS pada masa kolonial.
3. Simbol kebebasan beragama bagi seluruh rakyat AS

Pemandangan Pusat Pengunjung Loeb. (commons.wikimedia.org/Swampyank) Pada tahun 1790, Presiden George Washington menulis surat terkenal yang mengaitkan Sinagoge Touro dengan sejarah awal kebebasan beragama di Amerika Serikat. Janjinya untuk menentang prasangka agama menjadi bagian penting dari cita-cita pendirian bangsa. Suratnya juga menunjukkan posisi sinagoge dalam sejarah kebebasan beragama yang lebih luas. Saat ini, Sinagoge Touro tetap menjadi situs bersejarah berharga yang melestarikan bagian penting dari sejarah AS tersebut.
Sinagoge Touro ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada tahun 1946, yang menunjukkan kedudukannya yang abadi dalam sejarah AS. Pembukaan Pusat Pengunjung Loeb pada tahun 2009 menghadirkan pameran mengenai komunitas Yahudi awal di Newport serta akar hak-hak Amendemen Pertama. Saat ini, puluhan ribu orang berkunjung setiap tahunnya untuk melihat bagian dalam bersejarah, beribadah, dan mempelajari sejarah sinagoge.
Sinagoge Touro memegang peranan penting dalam sejarah kehidupan masyarakat Yahudi di Amerika Serikat. Desain yang kuno, sejarah yang panjang, serta kaitan dengan kebebasan beragama menjadikannya situs bersejarah yang sangat berarti. Situs ini juga menyimpan kisah tentang para pemukim Yahudi awal dan peran mereka dalam kehidupan di AS.






















