Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta-Fakta Penggerebekan Judi Online Filipina dengan 244 Pekerja Asing

3 min read
Fakta-Fakta Penggerebekan Judi Online Filipina dengan 244 Pekerja Asing
ilustrasi penangkapan (unsplash.com/niu niu)
  • Aparat gabungan Filipina menggerebek dua lokasi judi daring ilegal di Zamboanga Sibugay pada 2 Oktober 2026 dan menangkap 244 pekerja asing yang diduga terkait kejahatan siber.
  • Sejumlah pekerja sempat bersembunyi di hutan bakau dan perbukitan, tetapi menyerahkan diri setelah lebih dari 24 jam penyisiran karena kehabisan makanan.
  • Petugas menyita ribuan perangkat dan kartu SIM sebagai bukti penipuan daring; para pekerja diperiksa sebelum dideportasi serta dimasukkan daftar penangkalan Filipina.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aparat gabungan Filipina membongkar sindikat perjudian daring tanpa izin di wilayah selatan negara tersebut pada Jumat (2/10/2026). Operasi penertiban ini berhasil meringkus 244 warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan kejahatan siber.

Biro Imigrasi Filipina secara resmi mengumumkan pengungkapan kasus tersebut pada Sabtu (3/10/2026). Penindakan ini menjadi bukti komitmen pemerintah setempat dalam memberantas kejahatan lintas negara di wilayahnya.

  1. 1. Pekerja sempat sembunyi di hutan bakau saat digerebek

    bendera Filipina (pixabay.com/titus_jr0)
    bendera Filipina (pixabay.com/titus_jr0)

    Operasi yang melibatkan tim intelijen dan militer ini menyasar dua lokasi di Provinsi Zamboanga Sibugay secara bersamaan. Petugas menggerebek kawasan Kimos di Kecamatan Siay serta Tandiong Muslim di Kecamatan Alicia.

    Saat petugas mengepung lokasi, sejumlah pekerja sempat melarikan diri ke area hutan bakau dan perbukitan. Namun, setelah penyisiran intensif selama lebih dari 24 jam, para buronan akhirnya menyerahkan diri karena kehabisan bahan makanan.

    Pasukan militer turut dikerahkan untuk mengamankan area luar selama operasi berlangsung.

    "Keamanan kita harus tanggap terhadap ancaman, termasuk kejahatan terorganisasi yang merusak ketertiban masyarakat," tegas Penjabat Komandan Komando Mindanao Barat, Mayor Jenderal Jose Vladimir Cagara.

  2. 2. Ratusan pekerja asing dan ribuan alat bukti diamankan

    Ilustrasi judi online (unsplash.com/introspectivedsgn)
    Ilustrasi judi online (unsplash.com/introspectivedsgn)

    Penindakan di Siay menjaring 110 warga China, dua warga Kamboja, dan seorang warga Hong Kong. Sementara itu, operasi di Alicia menahan 131 pekerja asing asal China, Malaysia, Indonesia, dan Myanmar.

    Dalam penggerebekan di kompleks penginapan Casa de Coco, petugas menyita 78 layar komputer, sekitar 3.000 ponsel pintar, komputer jinjing, serta ribuan kartu SIM. Seluruh perangkat tersebut diamankan sebagai barang bukti tindak penipuan daring internasional.

    Menanggapi kasus ini, perwakilan diplomatik China di Filipina segera berkoordinasi dengan penegak hukum setempat.

    "Hukum kami melarang keras segala bentuk perjudian, termasuk warga kami yang bekerja di perusahaan judi luar negeri," ujar Juru Bicara Kedutaan Besar China, Ji Lingpeng, dilansir Channel News Asia.

  3. 3. Pekerja ilegal akan dideportasi dan masuk daftar hitam

    ilustrasi bendera Filipina
    ilustrasi bendera Filipina (unsplash.com/XT7 Core)

    Pemerintah Filipina telah melarang total operasi judi daring sejak 2024 melalui Perintah Eksekutif Nomor 74. Kebijakan ini diterapkan karena bisnis judi kerap menjadi kedok kejahatan berat, seperti pencucian uang, perdagangan orang, penculikan, hingga pembunuhan.

    Penggerebekan di Mindanao ini mencatatkan pembongkaran judi ilegal terbesar sepanjang 2026.

    "Kami akan terus menindak warga asing yang melanggar izin tinggal untuk memastikan Filipina tidak menjadi sarang kejahatan," ungkap Komisaris Biro Imigrasi, Joel Anthony Viado.

    Saat ini, seluruh pekerja asing yang ditahan sedang menjalani pemeriksaan dokumen sebelum dipulangkan ke negara asal. Otoritas imigrasi juga langsung memasukkan nama mereka ke daftar penangkalan agar tidak dapat kembali masuk ke Filipina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More