Garda Revolusi Iran Tembak Mati 6 Anggota Teroris di Zahedan

- Garda Revolusi Iran menewaskan enam orang yang diduga anggota teroris dalam operasi di Manzelab, Zahedan, setelah baku tembak berjam-jam yang melibatkan senapan otomatis dan peluncur roket.
- Pasukan mengerahkan kendaraan lapis baja, puluhan kendaraan militer, dan tank untuk memblokade pelaku; intelijen kemudian menyita bahan peledak rakitan siap pakai dari lokasi persembunyian.
- Operasi di Sistan-Baluchistan berlangsung saat Iran mempelajari respons AS atas usulan gencatan senjata Qatar, dengan otoritas pertahanan menyiagakan pasukan penuh selama diplomasi berlangsung.
Jakarta, IDN Times - Pasukan keamanan Iran melancarkan operasi terhadap kelompok bersenjata di wilayah tenggara pada Kamis (1/10/2026). Aparat Korps Garda Revolusi Islam menewaskan enam orang yang diduga anggota teroris dalam penyergapan di Kota Zahedan, Provinsi Sistan-Baluchistan.
Pengerahan aparat di kawasan perbatasan tersebut bertujuan melumpuhkan kelompok bersenjata sebelum menimbulkan ancaman keamanan yang lebih luas. Langkah tegas ini diambil untuk menjaga stabilitas wilayah di tengah meningkatnya potensi gangguan keamanan.
1. Baku tembak bersenjata di kawasan Manzelab

potret pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) (commons.wikimedia.org/Hossein Zohrevand) Bentrokan sengit antara Garda Revolusi dan militan pecah di permukiman Manzelab sejak Kamis pagi. Kontak senjata yang berlangsung selama beberapa jam tersebut melibatkan penggunaan senapan otomatis dan peluncur roket.
Markas Quds Garda Revolusi memastikan pasukannya berhasil memblokade ruang gerak pelaku dengan mengerahkan kendaraan lapis baja.
"Puluhan kendaraan militer dan sebuah tank dikerahkan ke lokasi dengan menggunakan senjata ringan hingga semi-berat," ujar Koordinator Lembaga Pemantau Haalvsh, Shir Ahmad Shirani, dilansir Times of India.
Enam anggota kelompok bersenjata tewas di tempat, tetapi identitas mereka belum diumumkan secara resmi. Situasi di kawasan tersebut memanas menyusul serangan di pos penjagaan Distrik Rask serta rentetan ledakan di Zahedan sehari sebelumnya.
2. Penyitaan bahan peledak rakitan di perbatasan negara
Seusai pertempuran, satuan intelijen menyisir lokasi persembunyian pelaku dan menyita sejumlah bahan peledak rakitan siap pakai. Otoritas setempat membenarkan temuan ini meski belum merinci target serangan kelompok tersebut.
Provinsi Sistan-Baluchistan yang berbatasan dengan Pakistan dan Afghanistan merupakan kawasan rawan perlintasan ilegal. Wilayah terpencil ini sering dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan barang haram sekaligus rute pergerakan kelompok milisi. Pemerintah Iran menuding sejumlah kelompok separatis di perbatasan bekerja sama dengan pihak asing.
"Mereka sepertinya memilih untuk meningkatkan perlawanan bersenjata demi membangun kembali kekuatan pertahanan," ujar Analis Senior International Crisis Group, Hamidreza Azizi.
3. Siaga keamanan di tengah perundingan diplomatik

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sedang diwawancara oleh khamenei.ir pada 2025. (commons.wikimedia.org/khamenei.ir) Penumpasan kelompok bersenjata di Zahedan terjadi bersamaan dengan memanasnya geopolitik di Timur Tengah. Teheran saat ini sedang mempelajari tanggapan Amerika Serikat terkait usulan gencatan senjata tujuh hari yang ditengahi oleh Qatar.
Di tengah alotnya proses perundingan, para pemimpin Iran berkomitmen untuk tetap menjaga kodaulatan negara.
"Kami tidak pernah menghindari dialog, meskipun Amerika Serikat sudah tiga kali menyerang negara kami dan melanggar kesepakatan," tegas Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Otoritas pertahanan menyiagakan seluruh pasukan secara penuh selama proses diplomasi berlangsung. Tindakan cepat di Zahedan menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah menjaga penuh kendali atas keamanan di dalam negeri.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















