Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CEK FAKTA: Garda Revolusi Iran Sentil AS Sambil Pamer Rudal?

CEK FAKTA: Garda Revolusi Iran Sentil AS Sambil Pamer Rudal?
Juru bicara Pasukan Garda Revolusi Iran, Ebrahim Zolfaghari sedang menyentil Amerika Serikat (AS). (www.x.com/@IraninSA)
Intinya Sih
  • Presiden AS Donald Trump mengklaim telah melumpuhkan kekuatan militer Iran, termasuk menghancurkan kapal, peluncur rudal, dan jaringan komunikasi negara tersebut.
  • Video juru bicara Garda Revolusi Iran yang viral ternyata hasil rekayasa AI, digunakan sebagai bagian dari strategi propaganda siber untuk menyindir Amerika Serikat.
  • Laporan menunjukkan Rusia dan China turut membantu kampanye propaganda digital Iran melalui penyebaran konten AI dan penguatan narasi anti-AS di media sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump mengklaim telah berhasil melumpuhkan hampir semua kekuatan Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran, Jumat, 27 Maret 2026. Salah satu indikator yang diklaim sebagai keberhasilan adalah hancurnya 154 kapal milik Tehran. Selain itu, Trump juga mengklaim infrastruktur militer Iran kini dalam kondisi terdegradasi parah.

"Kami menghancurkan peluncur rudal mereka, yang merupakan masalah besar. Tanpa peluncur, rudal-rudal itu tidak akan berguna. Kami juga melumpuhkan seluruh jaringan komunikasi dan telekomunikasi mereka," ujar Trump seperti dikutip dari stasiun berita Al-Jazeera pada hari itu.

Uniknya, di hari yang sama Iran merespons dengan cara unik. Juru bicara Pasukan Garda Revolusi Iran, Ebrahim Zolfaghari, terlihat dalam video sedang bermain skateboard. Tangan kirinya memegang jus pomegranade, sedangkan tangan kanannya memegang tongsis. Di bagian belakang Ebrahim terlihat sebuah rudal tengah meluncur ke udara.

Video ini menjadi perbincangan lantaran diunggah di akun media sosial resmi Kedutaan Iran di Afrika Selatan. "Unggahan menyenangkan hari ini. Minum jus pomegranate sehingga Anda bisa menembak Tel Aviv lebih akurat," demikian caption di video tersebut yang diunggah pada Jumat, 27 Maret 2026.

Seolah-olah Iran merayakan serangan udara yang ditujukan ke Israel. Unggahan tersebut menuai 2,8 juta views, di-quote 441 kali dan diunggah ulang 7.167. Bahkan, video tersebut juga diunggah lintas platform hingga viral.

Benarkah Ebrahim bermain skateboard dengan latar rudal yang meluncur ke udara?

1. Video yang gambarkan juru bicara pasukan garda revolusi dibuat dengan AI

CEK FAKTA: Garda Revolusi Iran Sentil AS Sambil Pamer Rudal?
Hasil analisa video juru bicara Korps Garda Revolusi Iran, Ebrahim Zolfaghari yang tengah menyentil Presiden Amerika Serikat. (Tangkapan layar aplikasi The Hive)

IDN Times menggunakan aplikasi The Hive untuk mendeteksi apakah video tersebut benar-benar direkam atau dibuat dengan rekayasa kecerdasan buatan atau AI. Hasilnya, menunjukkan hampir 100 persen video itu dibuat menggunakan teknologi AI.

Laman media Korea Selatan, The Chosun Daily melaporkan Iran menggunakan teknologi AI sebagai bagian dari strategi propaganda siber. Iran sengaja menyasar Amerika Serikat (AS) lewat AI dan media sosial.

Menurut laporan tersebut, Iran meniru cara serupa yang digunakan Negeri Paman Sam pada Januari 2025. Pemerintah periode kedua Trump ketika itu kerap menggunakan video rekayasa dengan teknologi AI, dan pesan-pesan provokasi yang ditujukan untuk menyerang negara musuh.

Berdasarkan hasil analisis forensik Clemson University Media Forensics Hub Research Institute di South Carolina, setidaknya ada 62 akun berbeda di akun Instagram, X, dan Bluesky diketahui menyebarkan konten-konten pro Iran.

Belakangan diketahui puluhan akun media sosial itu dikelola langsung oleh Pasukan Garda Revolusi Iran. Mereka menyamar seolah-olah warga setempat yang tinggal di California atau Texas.

2. China dan Rusia dilaporkan ikut bantu kampanye propaganda Iran

CEK FAKTA: Garda Revolusi Iran Sentil AS Sambil Pamer Rudal?
Presiden Rusia Vladimir Putin (commons.wikimedia.org/Пресс-служба Президента России, www.kremlin.ru)

Dalam laporan itu juga disebut, salah satu narasi anti-AS yang sering disebarluaskan sebagai bagian dari propaganda, yaitu Trump sengaja melakukan serangan militer ke Iran untuk menutupi keterkaitan Trump dengan terpidana pedofilia, Jeffrey Epstein.

Hasil analisis juga menunjukkan Rusia dan China membantu kampanye media sosial dan AI Iran. Koran The New York Times melaporkan pada 28 Maret 2026, bahwa Graphika, sebuah perusahaan analisis media sosial, melacak bagaimana entitas Rusia dan China membantu Iran.

Pola ini melibatkan media negara Iran yang menyebarkan klaim sepihak, yang kemudian digunakan influencer online pro-Iran untuk membuat video yang dihasilkan AI. Ini kemudian diperkuat akun-akun yang terkait dengan China dan Rusia.

3. Video viral juru bicara pasukan garda revolusi propaganda dengan AI

CEK FAKTA: Garda Revolusi Iran Sentil AS Sambil Pamer Rudal?
Juru bicara Pasukan Garda Revolusi Iran, Ebrahim Zolfaghari. (Dokumentasi Istimewa)

Kesimpulan: Dengan penelusuran tersebut, maka diketahui video itu dibuat dengan teknologi AI dan merupakan bagian dari propaganda di ruang publik. Meski begitu sambutan publik sangat positif terhadap cara Iran membalas klaim dari Amerika Serikat (AS). Hal itu ditandai video Ebrahim yang viral di berbagai platform media sosial.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More