Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Siaga Invasi AS, Garda Iran Gelar Latihan Militer di Pantai

Siaga Invasi AS, Garda Iran Gelar Latihan Militer di Pantai
pasukan Garda Revolusi Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam menggelar latihan militer besar di pesisir selatan, menampilkan drone kamikaze, rudal baru, dan simulasi pertahanan pantai untuk meningkatkan kesiapan tempur.
  • Amerika Serikat merespons dengan pengerahan kapal induk dan 12 jet tempur F-22 ke Timur Tengah, memperlihatkan eskalasi kekuatan militer di tengah ketegangan kedua negara.
  • Meski situasi memanas, Iran dan AS tetap melanjutkan perundingan nuklir di Jenewa yang dimediasi Oman, dengan harapan tercapai kesepakatan diplomatik dalam waktu dekat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pasukan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menggelar latihan militer besar-besaran di pesisir selatan negaranya pada Selasa (24/2/2026). Latihan bertajuk "Combined 1404" ini berlangsung di tengah ketegangan yang terus memanas dengan Amerika Serikat (AS).

Kondisi di kawasan Teluk Persia semakin panas setelah AS mengerahkan armada tempurnya ke wilayah tersebut. Terlepas dari adanya unjuk militer, kedua belah pihak masih mengusahakan penyelesaian diplomatik terkait keluhan AS akan program nuklir Iran.

1. Iran pamerkan drone kamikaze dan rudal baru

Iran pamerkan drone kamikaze dan rudal baru
misil Iran. (unsplash.com/Moslem Danesh)

Latihan militer ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tempur IRGC dalam menghadapi berbagai ancaman. Mereka mengerahkan banyak unit militer, mulai dari pesawat nirawak (drone), kapal, kendaraan amfibi, rudal darat-ke-laut, hingga artileri. Iran juga memamerkan berbagai penerapan teknologi dan taktik tempur baru.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa IRGC berlatih menggunakan drone berukuran kecil dan amunisi jelajah. Amunisi jenis Rezvan ini bertugas mencari titik sasaran dengan akurat di medan tempur. Setelah target terkunci, drone bunuh diri Shahed 136 langsung dikerahkan untuk menghancurkannya seketika.

Selain itu, pasukan IRGC juga melakukan simulasi untuk mencegah musuh mendekati garis pantai mereka. Mereka menembakkan artileri dengan peledak jarak dekat dan melancarkan serangan laut dari bibir pantai. Sistem rudal baru yang dilengkapi navigasi canggih dengan akurasi tinggi juga berhasil diuji coba.

"Langkah-langkah yang sangat baik telah dirancang di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, pasukan khusus, serta kendaraan lapis baja," ujar Komandan Pasukan Darat IRGC, Mohammad Karami, dilansir The New Arab.

2. Militer AS kepung Iran dengan kapal dan jet tempur

Militer AS kepung Iran dengan kapal dan jet tempur
kapal USS Gerald Ford milik AS (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Jackson Adkins, Public domain, via Wikimedia Commons)

Di sisi lain, AS juga tengah melakukan pengerahan kekuatan militer terbesarnya ke kawasan tersebut sejak invasi Irak tahun 2003. Washington terus memindahkan aset tempur udaranya ke sekitar Timur Tengah untuk memberikan tekanan. Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa pihaknya siap meluncurkan opsi militer jika negosiasi gagal.

Pada hari yang sama dengan latihan Iran, sebanyak 12 jet tempur F-22 milik AS diberangkatkan dari pangkalan Lakenheath di Inggris. Jet-jet tempur ini dikerahkan langsung menuju sebuah pangkalan udara di Israel selatan. Namun, satu pesawat harus kembali ke pangkalan karena mengalami masalah teknis.

Tidak hanya kekuatan udara, angkatan laut AS juga makin merapat ke Timur Tengah. Kapal induk terbesar milik militer AS, USS Gerald R Ford, saat ini telah bersandar di pangkalan NATO di Pulau Kreta, Yunani. Kapal raksasa ini sedang dalam perjalanan menuju Timur Tengah untuk memperkuat posisi militer AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dilaporkan telah menggelar pengarahan intelijen rahasia dengan delapan anggota parlemen senior. Pengarahan ini membahas urusan intelijen rahasia yang dapat mencakup persiapan operasi militer.

“Saya lebih suka masalah ini selesai lewat jalur diplomasi, tetapi saya tidak akan pernah membiarkan negara sponsor teror nomor satu memiliki senjata nuklir,” ungkap Trump, dilansir Al Jazeera.

3. AS-Iran lanjut berunding di Jenewa

AS-Iran lanjut berunding di Jenewa
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Chatham House, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Di tengah pamer kekuatan militer, jalur diplomasi masih terus diupayakan sebagai jalan keluar. Putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung yang dimediasi oleh Oman akan digelar pada hari Kamis di Jenewa, Swiss. Iran rencananya akan menyodorkan draf proposal program nuklirnya kepada pihak AS.

Delegasi AS dalam perundingan ini akan dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat senior Jared Kushner. Sementara itu, negosiasi dari kubu Iran diwakili langsung oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Trump sebelumnya telah memberikan tenggat waktu 10 hingga 15 hari bagi Teheran untuk menyepakati perjanjian.

Pemerintah Iran dengan tegas membantah tuduhan bahwa negaranya sedang berambisi mengembangkan senjata nuklir. Mereka mengaku hanya memanfaatkan teknologi nuklir murni untuk keperluan sipil yang damai. Meski begitu, Iran menolak tuntutan untuk menghentikan total program rudal balistiknya.

"Kesempatan bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya akan bergantung pada apakah diplomasi diprioritaskan," kata Araghchi, dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Fahreza Murnanda
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More