Jakarta, IDN Times - Gelombang panas ekstrem kembali melanda Eropa dengan intensitas yang semakin mengkhawatirkan. Dalam beberapa hari terakhir, suhu di sejumlah negara menembus 40 derajat celsius, bahkan mencapai 44 derajat celsius di beberapa wilayah Prancis.
Cuaca panas berkepanjangan itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan lonjakan angka kematian, membebani fasilitas kesehatan, hingga menguji kesiapan infrastruktur yang selama ini dibangun untuk menghadapi musim dingin, bukan suhu ekstrem.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 1.300 kematian berlebih (excess deaths) di Eropa sejak 21 Juni 2026. Istilah excess deaths merujuk pada jumlah kematian yang melebihi rata-rata normal pada periode yang sama, yang menurut para ahli sangat berkaitan dengan dampak gelombang panas.
Prancis menjadi negara dengan jumlah korban terbesar. Badan kesehatan masyarakat setempat melaporkan sekitar 1.000 kematian berlebih sejak gelombang panas dimulai pada 20 Juni. Sementara itu, suhu hingga 40 derajat celsius juga tercatat di Jerman, Republik Ceko, dan Polandia, mengganggu layanan transportasi dan aktivitas warga.
Di tengah kondisi tersebut, WHO memperingatkan bahwa Eropa kini merupakan benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia. Infrastruktur yang ada dinilai belum siap menghadapi suhu setinggi yang kini semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, fenomena gelombang panas yang dahulu dianggap hanya terjadi sekali dalam satu generasi kini berubah menjadi kejadian yang hampir berlangsung setiap tahun.
“Didorong oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas yang dulu terjadi sekali dalam satu generasi kini hampir terjadi setiap tahun,” tulis Tedros melalui akun X, dikutip dari Al Jazeera Selasa (30/6/2026).
Ia juga mengingatkan Eropa memanas dengan laju dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global, sementara banyak infrastruktur di kawasan tersebut belum dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem.
