Jakarta, IDN Times - Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung turut mengucapkan duka cita mendalam atas gempa bumi yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Lee berharap banyak korban yang ditemukan dalam proses pencarian dan penyelamatan.
"Saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kabar mengenai gempa bumi dahsyat yang melanda wilayah timur Indonesia dan menimbulkan dampak yang sangat besar," demikian yang ditulis oleh Lee lewat akun media sosial resminya pada Senin (17/8/2026).
"Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta," imbuhnya.
Presiden yang dilantik pada 4 Juni 2025 itu berharap dalam proses pencarian dan penyelamatan, masih banyak korban ditemukan dalam keadaan selamat. Dengan begitu, mereka bisa kembali berkumpul dengan anggota keluarga yang lain.
Lee turut mendoakan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemulihan akibat gempa bisa berlangsung dengan baik.
"Saya dengan tulus berharap agar upaya pemulihan di wilayah terdampak dapat segera dilaksanakan, sehingga masyarakat yang terkena dampak bencana dapat sesegera mungkin kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman," katanya.
Namun, di dalam cuitan itu, Lee tidak menawarkan bantuan untuk diberikan kepada Indonesia. Sebelumnya, Uni Eropa (UE) menawarkan satelit oberservasi Bumi Copernicus untuk mendukung proses pencarian dan penyelamatan. Namun, hingga kini belum ada respons dari pemerintah apakah tawaran itu diterima.
Sementara, berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejauh ini sudah ada 68 jiwa yang meninggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang menghantam NTT.
