Jakarta, IDN Times - Militer Kolombia mengatakan bahwa sebanyak 39 orang, termasuk anak-anak diculik oleh kelompok gerilya sayap kiri, Ejercito de Liberación Nacional (ELN) di Choco. Otoritas setempat mendesak pembebasan puluhan warga tersebut.
Sebelumnya, ELN sudah mengumumkan gencatan senjata menjelang pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua. Meskipun demikian, kelompok penegak hak asasi manusia (HAM) masih mengkhawatirkan ancaman dan intimidasi ELN di area rawan konflik.
Sementara, insiden kekerasan ini terjadi di tengah ketegangan dan polarisasi politik di Kolombia. Terutama menjelang pelantikan Presiden Terpilih Kolombia, Abelardo de la Espriella.
