Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Etna Erupsi, Penerbangan Bandara Catania Italia Terganggu
Letusan gunung berapi (Unsplash.com/Marc Szeglat)
  • Gunung Etna di Sisilia erupsi pada 8 Agustus 2026, menyebarkan abu vulkanik yang memicu penutupan sebagian ruang udara di sekitar Bandara Catania.
  • Bandara Catania menutup Sektor C1 dan menangguhkan seluruh penerbangan tiba hingga pukul 12.00 waktu setempat, sementara penerbangan berangkat tetap dapat beroperasi sesuai kondisi.
  • INGV terus memantau aktivitas Etna melalui kamera puncak; gangguan penerbangan berpotensi memengaruhi mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi di timur Sisilia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gunung Etna di Pulau Sisilia, Italia, kembali erupsi pada Sabtu (8/8/2026) dan melepaskan abu vulkanik ke atmosfer. Aktivitas tersebut mendorong otoritas penerbangan menutup sebagian ruang udara di sekitar Bandara Catania demi keselamatan penerbangan.

Penutupan ruang udara berdampak pada jadwal kedatangan pesawat di bandara tersebut. Sementara itu, penerbangan yang sudah berada di Bandara Catania dan dijadwalkan berangkat masih dapat beroperasi sesuai kondisi yang ditetapkan otoritas.

1. Abu vulkanik picu penutupan ruang udara

Erupsi Gunung Etna menghasilkan abu vulkanik yang menyebar di sekitar wilayah udara Sisilia. Pengelola Bandara Catania kemudian menutup ruang udara Sektor C1 yang berada di jalur awan abu.

Pembatasan tersebut membuat seluruh penerbangan yang menuju Bandara Catania ditangguhkan sementara. Pengelola bandara menetapkan penundaan kedatangan hingga pukul 12.00 waktu setempat.

"Seluruh penerbangan yang tiba di Bandara Catania ditangguhkan hingga pukul 12.00 waktu setempat," kata pihak manajemen Bandara Catania, dilansir BSS News.

Sementara itu, penerbangan yang telah berada di bandara dan akan berangkat tetap dapat beroperasi. Penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara.

2. Aktivitas Gunung Etna terus dipantau

Institut Geofisika dan Vulkanologi Nasional Italia (INGV) terus memantau aktivitas Gunung Etna. Pengamatan melalui kamera pemantau menunjukkan gumpalan asap terlihat dari kawasan puncak gunung.

"Gumpalan asap dapat terlihat membumbung dari puncak pada kamera web di situs web resmi," kata tim pemantau INGV, dilansir Economic Times.

Gunung Etna merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dan gunung berapi aktif tertinggi di Eropa. Puncaknya memiliki ketinggian sekitar 3.324 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas vulkanik Etna telah berlangsung selama ratusan ribu tahun. Erupsi yang berulang membuat kondisi gunung tersebut terus dipantau untuk mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat dan aktivitas penerbangan.

3. Erupsi berdampak pada mobilitas di Sisilia

Bandara Internasional Catania merupakan salah satu pintu masuk utama menuju bagian timur Pulau Sisilia. Bandara tersebut melayani jutaan penumpang setiap tahun, termasuk wisatawan yang mengunjungi kawasan tersebut.

Data 2024 menunjukkan sekitar 12 juta penumpang menggunakan Bandara Internasional Catania. Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik berpotensi memengaruhi mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi di wilayah timur Sisilia.

Aktivitas Gunung Etna sebelumnya juga kerap menyebabkan pembatasan penerbangan ketika abu vulkanik masuk ke jalur penerbangan. Otoritas bandara dan lembaga terkait terus memantau kondisi untuk menentukan kapan operasional penerbangan dapat kembali normal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article