Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Conegliano, Kota Bersejarah di Italia yang Dikelilingi Kebun Anggur

5 Fakta Conegliano, Kota Bersejarah di Italia yang Dikelilingi Kebun Anggur
Kota Conegliano, Italia (commons.wikimedia.org/Est32)
Intinya Sih
  • Conegliano di perbukitan Treviso berkembang sejak abad ke-12 dari benteng pertahanan menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan Veneto.
  • Pusat kotanya mempertahankan arsitektur Renaisans, termasuk Palazzo Sarcinelli, Katedral Conegliano dengan karya Cima, serta jalur tembok kuno Carraresi.
  • Kota ini dikelilingi kebun anggur terasering Prosecco, menaungi sekolah enologi tertua Italia sejak 1876, dan didukung industri serta konektivitas kereta-jalan raya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Conegliano merupakan kota bersejarah yang terletak di kawasan perbukitan Provinsi Treviso, Italia utara. Permukiman ini telah berkembang sejak abad pertengahan dan semula berfungsi sebagai benteng pertahanan sebelum tumbuh menjadi salah satu pusat perdagangan dan kebudayaan di wilayah Veneto.

Kawasan bersejarah Conegliano masih mempertahankan banyak bangunan dari berbagai periode sejarah. Kota ini juga dikenal sebagai salah satu pusat penghasil Prosecco karena dikelilingi perkebunan anggur yang telah dibudidayakan selama berabad-abad. Simak lima fakta menarik mengenai Conegliano berikut ini!

1. Sejarah pendirian benteng pertahanan abad pertengahan

Castello di Conegliano, Kota Conegliano, Italia
Castello di Conegliano, Kota Conegliano, Italia (commons.wikimedia.org/CFP Enaip Conegliano)

Perkembangan awal Conegliano dimulai dari pembentukan pusat pertahanan dan pemerintahan di kawasan perbukitan. Dilansir laman Italy This Way, Conegliano berkembang sekitar abad ke-12 ketika kelompok keluarga bangsawan mendirikan permukiman di sekitar Castello di Conegliano, benteng yang telah berdiri sebelumnya. Kompleks benteng ini kemudian menjadi pusat pemerintahan lokal dengan berdirinya Istana Podesta dan Gereja Santo Leonardo.

Kawasan benteng tersebut kemudian diperkuat oleh penguasa Treviso, penguasa Scaligeri dari Verona, hingga Pemerintah Venesia melalui pembangunan parit serta dinding pertahanan. Keamanan kawasan benteng mendorong pembangunan berbagai istana di sekitarnya. Perkembangan permukiman tersebut kemudian membentuk tata ruang kota pada masa berikutnya.

2. Jejak arsitektur era Renaisans

Via XX Settembre, Kota Conegliano, Italia
Via XX Settembre, Kota Conegliano, Italia (commons.wikimedia.org/Rollroboter)

Setelah berkembang sebagai pusat pemerintahan, Conegliano juga menjadi pusat kegiatan kebudayaan dan kesenian. Dilansir laman Visit Conegliano, jalan utama Contrada Granda yang kini bernama Via XX Settembre serta Piazza Cima dihiasi deretan istana era Renaisans berornamen ukiran batu dan lukisan fresko. Salah satu bangunan penting di jalur ini adalah Palazzo Sarcinelli yang difungsikan sebagai ruang pameran karya seni lokal maupun internasional.

Kota ini juga merupakan tempat lahirnya pelukis era Renaisans Giambattista Cima, yang mana karya lukisannya berjudul Sacra Conversazione terpasang di dalam Katedral Conegliano. Selain katedral, struktur benteng di puncak bukit terhubung dengan jalur pejalan kaki di sepanjang tembok kuno Carraresi. Berbagai bangunan bersejarah di pusat kota masih mempertahankan ciri arsitektur dan seni dari era Renaisans.

3. Tradisi pengelolaan kebun anggur terasering

Le Colline del Prosecco di Conegliano e Valdobbiadene
Le Colline del Prosecco di Conegliano e Valdobbiadene (commons.wikimedia.org/Alberto Davide Lorenzi)

Kebun anggur telah menjadi bagian penting dari Conegliano selama berabad-abad. Dilansir laman UNESCO World Heritage Centre, bentang alam Le Colline del Prosecco di Conegliano e Valdobbiadene ditandai oleh sistem perbukitan terjal yang dikelola menggunakan teras berumput bernama ciglioni. Sejak abad ke-17, lahan miring di kawasan ini ditata membentuk pola kotak-kotak yang memadukan kebun anggur Glera, hutan, dan permukiman.

Masyarakat lokal juga mengembangkan teknik pelatihan tanaman anggur bellussera pada abad ke-19 untuk memaksimalkan hasil panen di lahan miring. Pengolahan tanah dan proses pemanenan anggur di area terasering ini seluruhnya dilakukan secara manual oleh para petani. Metode pertanian tradisional tersebut menjaga kestabilan tanah perbukitan dari risiko erosi.

4. Memiliki sekolah enologi tertua di Italia

Produk Conegliano Valdobbiadene Prosecco DOCG
Produk Conegliano Valdobbiadene Prosecco DOCG (commons.wikimedia.org/Patafisik)

Perkembangan budidaya anggur di kawasan perbukitan turut mendorong berdirinya lembaga pendidikan enologi, yaitu ilmu yang mempelajari budidaya anggur dan pembuatan wine. Merujuk kembali pada laman Visit Conegliano, kota ini menjadi lokasi berdirinya Institut Cerletti pada tahun 1876, yang merupakan sekolah enologi tertua di Italia dan Eropa. Di lembaga pendidikan ini, Profesor Manzoni berhasil mengembangkan varietas anggur baru Incrocio Manzoni dari persilangan Riesling Renano dan Pinot Bianco.

Dari kota ini pula dimulainya jalur lintasan wisata minuman pertama di Italia pada tahun 1966, yaitu Strada del Prosecco e Vini dei Colli Conegliano Valdobbiadene. Pengolahan buah anggur Glera dari kawasan ini menghasilkan produk Conegliano Valdobbiadene Prosecco DOCG yang dikenal di pasar internasional. Sekolah enologi ini berperan dalam pengembangan riset serta industri anggur di kawasan tersebut.

5. Perkembangan industri manufaktur dan konektivitas wilayah

Kota Conegliano, Italia
Kota Conegliano, Italia (commons.wikimedia.org/Paolo Steffan)

Selain dikenal sebagai kawasan penghasil anggur, Conegliano juga berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan. Dilansir laman Britannica, Conegliano berkembang menjadi pusat komersial dan industri yang memproduksi beragam hasil manufaktur di dekat aliran Sungai Piave. Kota ini terhubung melalui jaringan jalan raya dan lintasan kereta api utama yang menghubungkan wilayah Venesia dengan kawasan utara Treviso.

Koneksi jalur transportasi tersebut mempermudah distribusi barang manufaktur serta komoditas pertanian ke berbagai kawasan di Italia. Selain itu, fasilitas Stasiun Kereta Api Conegliano mendukung pergerakan pekerja pabrik dan wisatawan secara rutin. Perkembangan sektor industri melengkapi perekonomian Conegliano yang sejak lama ditopang oleh pertanian dan perdagangan.

Sejarah Conegliano berkembang seiring perpaduan kebudayaan dan aktivitas ekonomi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Mulai dari benteng abad pertengahan, kawasan berarsitektur Renaisans, hingga tradisi budidaya anggur yang masih bertahan, setiap unsur tersebut menjadi bagian penting dari identitas kota di Italia utara ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More