ilustrasi perbatasan Gaza. (unsplash.com/Emad El Byed)
Juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Obeida, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima pembahasan pelucutan senjata yang diajukan dengan cara yang tidak pantas. Hamas juga mendesak para mediator agar menekan Israel untuk mematuhi komitmen tahap pertama gencatan senjata.
"Tuntutan pelucutan senjata ini tidak lain adalah upaya terang-terangan untuk melanjutkan genosida terhadap rakyat kami, sesuatu yang tidak akan kami terima dalam keadaan apa pun," ujar Abu Obeida, dilansir Al Jazeera.
Di sisi lain, para pejabat Israel bersikap skeptis dan menuduh Hamas hanya berusaha mengulur waktu demi memperkuat diri. Militer Israel menuduh Hamas sedang merekrut anggota baru dan membangun kembali kapasitas produksi roket mereka.
BoP berencana menerapkan prinsip satu otoritas, satu hukum dan satu senjata yang mengharuskan semua milisi di Gaza menyerahkan senjata mereka. Sementara itu, Israel saat ini dinilai belum merencanakan operasi darat besar ke Gaza karena masih fokus pada perang melawan Iran.