pasukan Houthi di Kota Sanaa, Yaman. (Public domain, via Wikimedia Commons)
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan pasukannya menembakkan puluhan rudal balistik dan drone ke kawasan Jazan di barat daya Saudi. Serangan itu menyasar pusat kendali operasi, kamp militer Al-Daghareer, serta deretan pangkalan di Al-Tuwal. Saree mengklaim serangan tersebut berhasil mengenai sasaran dan membakar sejumlah gudang amunisi.
Selain pos perbatasan, Houthi mengaku menyerang fasilitas kilang Saudi Aramco di Yanbu dan sasaran sensitif di Riyadh. Yanbu menjadi target vital karena pelabuhan Laut Merah ini menampung pipa distribusi utama dan terminal ekspor minyak mentah Saudi. Pihak Houthi juga mengklaim serangan tersebut menimbulkan ratusan korban di kalangan personel militer Saudi, Yaman, dan Sudan.
Koalisi pimpinan Saudi belum menanggapi klaim Houthi tersebut. Namun, Saudi mengumumkan sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh enam rudal balistik yang meluncur ke arah Taif dan Yanbu.
"Eskalasi dan pelanggaran oleh milisi teroris Houthi akan ditindak secara tegas," tutur Juru Bicara Koalisi pimpinan Arab Saudi Mayor Jenderal Turki al-Maliki, dilansir Al Jazeera.