Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inggris Beri Dukungan Militer untuk Jet Tempur Saudi Lawan Houthi

3 min read
Inggris Beri Dukungan Militer untuk Jet Tempur Saudi Lawan Houthi
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham (House of Commons, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
  • Inggris menyetujui bantuan militer terbatas untuk Arab Saudi, termasuk pengisian bahan bakar udara bagi jet tempur Saudi, menyusul eskalasi serangan rudal dan drone Houthi.
  • Pesawat tanker RAF Voyager dijadwalkan beroperasi dalam beberapa hari untuk misi defensif selama beberapa pekan, melengkapi sistem pertahanan udara Sky Sabre yang sudah ditempatkan Inggris.
  • Houthi meningkatkan ancaman di Laut Merah, sementara PM Andy Burnham menilai dukungan ini penting bagi pasokan minyak dan akan mendorong deeskalasi saat bertemu Donald Trump.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris sepakat memberikan bantuan militer terbatas kepada Arab Saudi guna membantu menghalau serangan kelompok Houthi asal Yaman. Kesepakatan tersebut mencakup penyediaan layanan pengisian bahan bakar di udara bagi armada jet tempur milik Angkatan Udara Saudi.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengonfirmasi langsung komitmen defensif tersebut kepada para jurnalis saat terbang menuju Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, menjelang pertemuannya dengan Donald Trump pada Selasa (22/9/2026). Langkah ini diputuskan setelah Riyadh menghadapi eskalasi serangan rudal dan drone yang mengancam stabilitas kawasan serta jalur logistik energi dunia.

  1. 1. Pengerahan pesawat tanker RAF Voyager untuk misi defensif

    RAF Voyager
    RAF Voyager (Tony Hisgett, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

    Misi militer teranyar ini dijadwalkan mulai beroperasi dalam beberapa hari mendatang dengan menerjunkan pesawat tanker RAF Voyager. Armada Angkatan Udara Kerajaan Inggris tersebut akan bertugas mengisi bahan bakar jet tempur Saudi yang sedang menjalankan operasi pertahanan. Kesepakatan temporer ini direncanakan berjalan selama beberapa pekan ke depan, meski pemerintah Inggris menegaskan bahwa durasinya akan terus dievaluasi secara berkala.

    Dukungan operasional RAF Voyager ini memperkuat kehadiran militer London di Timur Tengah yang sebelumnya telah menempatkan sistem pertahanan udara Sky Sabre di Saudi. Dilansir The Guardian, langkah militer ini menjadi penugasan pertahanan pertama bagi Burnham semenjak dia resmi memegang jabatan perdana menteri. Bantuan tersebut direalisasikan untuk merespons permohonan resmi dari pemerintah Saudi yang membutuhkan sokongan pertahanan udara.

  2. 2. Eskalasi serangan kelompok Houthi di Laut Merah

    Laut Merah
    Laut Merah (AFRICOM Public Affairs Office, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Situasi keamanan di Yaman kembali membara setelah kelompok Houthi menggencarkan serangan proyektil ke wilayah kedaulatan Saudi. Satu serangan rudal balistik dan drone yang menargetkan Riyadh pada Sabtu berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara setempat. Selain itu, milisi bersenjata tersebut mengumumkan blokade pelayaran terhadap kapal-kapal Saudi di kawasan Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab yang melayani sekitar 12 persen arus perdagangan global.

    Dilansir TRT World, milisi Houthi pada awal bulan ini berhasil menduduki kota pelabuhan strategis Mokha beserta sejumlah pulau penting di Laut Merah. Penguasaan teritorial baru tersebut memperluas kapabilitas pengawasan maritim kelompok tersebut terhadap jalur navigasi pelayaran. Demi menghadapi ancaman ini, Riyadh telah melayangkan permintaan bantuan pertahanan udara kepada sejumlah negara mitra internasional seperti Inggris, Prancis, Mesir, dan Pakistan.

  3. 3. Stabilitas pasokan energi dan rencana diplomasi dengan Trump

    ilustrasi kapal tanker
    ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/Shaah Shahidh)

    Burnham menjelaskan bahwa misi pertahanan ini krusial demi menjaga kelancaran pasokan minyak mentah dunia sekaligus meredam lonjakan biaya hidup di negaranya. Tekanan harga energi akibat konflik di Timur Tengah telah memicu inflasi di Inggris serta menaikkan biaya pinjaman pemerintah ke tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Burnham menegaskan, "Saya bertindak demi mengamankan kepentingan Inggris dan kawasan yang lebih luas, karena Arab Saudi terus mengalami serangan dan menghadapi potensi gangguan lanjutan, sehingga kita perlu menjaga jalur-jalur itu tetap terbuka."

    Selain pengerahan militer, Burnham berencana memanfaatkan pertemuan tatap muka pertamanya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa untuk mendorong deeskalasi ketegangan di Iran. Washington sempat melancarkan serangan terhadap sasaran Houthi pada era pemerintahan sebelumnya, namun kini tidak menunjukkan minat untuk melakukan intervensi militer pada eskalasi terbaru. "Tentu saja pesannya adalah kami ingin melihat akhir dari konflik secepat mungkin dan kami siap memainkan peran kami," tutur Burnham saat ditanya perihal agendanya bersama Trump.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More