Jakarta, IDN Times - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa Suriah membangun reaktor nuklir rahasia di Deir Ezzor pada masa pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad. Laporan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut diedarkan kepada negara anggota pada Selasa (1/9/2026).
Hal ini dikonfirmasi setelah tim inspektur memverifikasi sisa infrastruktur pendingin yang terkubur di lokasi tersebut. Otoritas Suriah era Assad dinyatakan gagal melaporkan material, fasilitas, dan kegiatan nuklir sesuai Perjanjian Perlindungan Nonproliferasi Nuklir (NPT). Laporan ini sekaligus menuntaskan penyelidikan panjang IAEA terhadap dugaan aktivitas nuklir masa lalu di negara tersebut.
