ilustrasi investasi (Pexels.com/kaboompics)
Selain perdagangan, Jerman menyatakan kesiapan memperkuat kerja sama dengan Indonesia melalui investasi teknologi tinggi. Beste mengatakan sektor energi, perdagangan, kesehatan, dan keamanan menjadi sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan.
“Jerman siap menyediakan banyak investasi teknologi tinggi di Indonesia,” kata Beste dalam kesempatan yang sama.
Ia mengatakan, perusahaan Jerman telah terlibat dalam sejumlah proyek di Indonesia, termasuk teknologi persinyalan untuk Light Rail Transit (LRT), pembangkit listrik tenaga surya, transisi energi, serta pengembangan jaringan listrik di Sulawesi. Jerman juga mendukung pengembangan energi terbarukan dan kerja sama melalui Just Energy Transition Partnership (JETP).
Di sektor kesehatan, perusahaan Jerman juga telah bekerja sama dengan Indonesia, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang nutrisi. Beste menyebut perusahaan seperti Vaya Medical sebagai mitra dalam penyediaan bahan bernutrisi untuk perempuan dan anak-anak Indonesia.
“Perusahaan seperti Vaya merupakan mitra yang sangat kuat bagi Indonesia dalam menyediakan bahan bernutrisi bagi perempuan dan anak-anak Indonesia untuk mendapatkan gizi yang seimbang,” ujarnya.
Kerja sama kedua negara juga mencakup sektor keamanan dan kemanusiaan. Bersama mitra Eropa, Jerman telah menyerahkan dua pesawat angkut Airbus A400M kepada Indonesia yang antara lain digunakan dalam respons bencana, termasuk pengiriman bantuan kemanusiaan saat banjir di Sumatra dan kebakaran di Kalimantan.
Jerman dan Indonesia juga bekerja sama menyediakan kapal riset KIA Econopus yang dibangun bersama oleh perusahaan Indonesia dan Jerman. Kapal tersebut digunakan untuk membantu Indonesia melakukan survei wilayah perairan yang memiliki peran penting dalam kelancaran perdagangan global.