Jakarta, IDN Times - Iran kembali meningkatkan retorika terkait kebuntuan pembukaan Selat Hormuz dengan mengancam serangan terhadap infrastruktur di kawasan Timur Tengah. Ancaman itu disampaikan ketika Teheran masih menunggu tanggapan resmi Amerika Serikat (AS) mengenai proposal untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
Negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan tidak ada infrastruktur di kawasan yang akan aman jika keamanan Iran tidak dijamin. Ghalibaf yang juga menjabat Ketua Parlemen Iran menyampaikan pernyataan tersebut dalam video yang dirilis televisi pemerintah Iran.
“Di kawasan di mana kami tidak dapat menjual minyak, tidak ada pihak lain yang akan menjual minyak juga; atau jika keamanan kami tidak dijamin, tidak ada infrastruktur yang akan tetap aman,” kata Ghalibaf, seperti dilansir dari AFP, Rabu (30/9/2026).
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran mengharapkan jawaban resmi dari Washington pada Rabu. Pernyataan itu disampaikan setelah Qatar menjadi perantara dalam pembicaraan terkait proposal Iran mengenai pembukaan Selat Hormuz.
