Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rumor Kompromi Nuklir, Trump: Tak Ada Keringanan Buat Iran!

3 min read
Rumor Kompromi Nuklir, Trump: Tak Ada Keringanan Buat Iran!
Presiden AS Donald Trump berbicara di CPAC Februari 2011. (Mark Taylor from Rockville, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump membantah laporan bahwa ia menawarkan keringanan sanksi dan pencairan dana beku kepada Iran sebagai imbalan konsesi nuklir, menyebutnya berita palsu.
  • Pejabat AS menyatakan keringanan sanksi dapat dipertimbangkan bila Iran menunjukkan kemajuan nuklir; mediator Qatar dan Pakistan memfasilitasi pembicaraan tidak langsung yang disebut konstruktif.
  • Iran mengajukan perdamaian tujuh hari, tetapi ditolak AS; Trump tetap membuka opsi serangan militer sambil memperkirakan perundingan dengan Teheran berlangsung pekan ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah pemberitaan yang menyebut dirinya menawarkan keringanan sanksi serta pencairan dana Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas konsesi nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons laporan Axios yang mengutip keterangan pejabat AS.

Trump menyampaikan bantahan resminya melalui akun Truth Social milik pribadi pada Senin (28/9/2026). Ia menegaskan bahwa informasi mengenai tawaran kompensasi tersebut sama sekali tidak berdasar.

“Axios baru saja merilis sebuah cerita bahwa ‘Trump’ menawarkan Keringanan Sanksi dan Dana yang Dibekukan kepada Iran. Ini tidak benar. Saya tidak menawarkan mereka APA PUN! Cerita Axios, seperti kebanyakan cerita lainnya, adalah HOAX, yang hanya digunakan untuk memuaskan Sindrom Derangement Trump mereka. Mereka harus menarik kembali cerita palsu ini, SEGERA!” tulisnya pada Senin (28/9/2026), dikutip The Hill.

  1. 1. Pejabat AS kaitkan keringanan sanksi dengan program nuklir

    ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran
    ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

    Di sisi lain, CNN melaporkan keterangan pejabat AS yang menyebut Trump bersedia memberikan keringanan sanksi dan mencairkan dana jika Iran menunjukkan kemajuan nyata, dilansir Straits Times. Sementara itu, mediator dari Qatar dan Pakistan berupaya mempertemukan Washington dan Teheran melalui pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di New York City. Pertemuan diplomasi tersebut direncanakan berlanjut dengan perwakilan dari pihak pemerintahan Trump.

    Seorang pejabat AS menyebut pembicaraan tidak langsung tersebut telah berlangsung secara positif dan konstruktif disertai sinyal fleksibilitas Iran. Namun, ia menyatakan kesepakatan tidak akan tercapai tanpa pembahasan program nuklir karena kedua pihak masih berbeda pandangan mengenai tahapan langkah.

  2. 2. Iran ajukan proposal perdamaian tujuh hari

    Bendera Iran
    Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

    Kabar tentang tawaran keringanan sanksi muncul setelah Trump menolak proposal perdamaian selama tujuh hari dari Iran pada Sabtu sebelumnya. Rencana perdamaian itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian permusuhan, serta kelanjutan perundingan mengenai program nuklir.

    Associated Press melaporkan Teheran meminta blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran dihentikan, sanksi penjualan minyak dikecualikan, dan gencatan senjata di Lebanon diperpanjang. Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz menyebut penolakan terjadi karena Iran meminta seluruh komitmen diberikan sejak awal, termasuk keringanan sanksi Operasi Economic Fury dan sanksi snapback PBB.

  3. 3. Trump buka opsi serangan militer ke Iran

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (The White House from Washington, DC, public domain, via Wikimedia Commons)

    Trump memperkirakan pejabat AS akan berunding dengan Iran pekan ini, tetapi ia tetap membuka opsi melanjutkan serangan militer. Menurut Straits Times, perang tersebut telah berlangsung selama tujuh bulan sejak serangan awal AS dan Israel pada 28 Februari 2026 dibalas Teheran dengan serangan ke wilayah Israel serta pangkalan AS di negara-negara Teluk.

    Serangkaian serangan AS dan Israel terhadap Iran serta Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan warga mengungsi. Trump menjadikan pelemahan kemampuan nuklir Iran sebagai sasaran utama, sedangkan Iran menyatakan haknya mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai sebagai anggota Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More