Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengumumkan rencana untuk menetapkan zona terlarang di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, melalui siaran televisi pemerintah pada Minggu (6/9/2026) malam.
Kebijakan ini diambil guna menekan balik Amerika Serikat (AS) yang masih menerapkan blokade ekonomi di perairan tersebut. Rezaei menegaskan bahwa Selat Hormuz masih ditutup dan berada di bawah kendali militer Iran.
