Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Bersumpah Akan Balas AS dengan Kekuatan yang Belum Pernah Dirasakan
Ali Larijani adalah seorang filsuf Iran, politikus konservatif, dan ketua Parlemen Iran saat ini. Larijani menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dari 15 Agustus 2005 hingga 20 Oktober 2007, diangkat ke posisi tersebut oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad, menggantikan Hassan Rouhani. (Mostafameraji, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Iran mengancam akan menyerang Amerika Serikat dan Israel dengan kekuatan yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya, sebagai respons atas serangan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
  • Kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menyampaikan ancaman tersebut melalui unggahan di platform X pada Minggu, menegaskan kesiapan negaranya untuk membalas serangan AS-Israel.
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa pembalasan atas kematian pemimpin tertinggi merupakan hak dan kewajiban Republik Islam Iran sesuai pernyataan resmi pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala keamanan Iran, Ali Larijani, bersumpah akan menyerang AS dan Israel dengan kekuatan "yang belum pernah terjadi sebelumnya". Dilansir AFP, pernyataan itu disampaikan setelah serangan AS-Israel terhadap republik Islam tersebut menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

"KEMARIN IRAN MENEMBAKKAN RUDAL KE AMERIKA SERIKAT DAN ISRAEL, DAN ITU MENYAKITI. HARI INI KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH MEREKA ALAMI SEBELUMNYA," kata Larijani dalam sebuah unggahan di X pada Minggu (1/3/2026).

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel adalah hak dan kewajiban Republik Islam.

"Republik Islam Iran menganggapnya sebagai tugas dan hak yang sah untuk membalas para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini," kata Pezeshkian dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah pada Minggu.

Editorial Team