Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Diserang Semalaman: Ledakan di RS, Kantor Polisi dan Stasiun TV
Kepulan asap membubung setelah serangan rudal di Teheran, Iran pada 1 Maret 2026. (ATTA KENARE/AFP)
  • Serangan udara gabungan AS dan Israel mengguncang Teheran dengan beberapa ledakan besar pada Minggu malam, menandai hari kedua kampanye militer terhadap Iran.
  • Rumah sakit Gandhi di utara Teheran dilaporkan terkena serangan, menyebabkan kerusakan parah dan memperlihatkan kondisi puing-puing di dalam fasilitas medis tersebut.
  • Kantor polisi di kota Rey serta stasiun televisi pemerintah Iran turut menjadi sasaran, menimbulkan korban jiwa dan gangguan operasional meski siaran tetap berjalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) dan Israel terus melancarkan serangan terhadap Iran. Serangkaian ledakan dahsyat terdengar di Teheran pada Minggu (1/3/2026) malam waktu setempat atau tengah malam hingga dini hari waktu Indonesia, menurut wartawan AFP.

Setidaknya tiga ledakan mengguncang ibu kota sekitar pukul 20.30 waktu setempat (1700 GMT), mengguncang jendela apartemen seorang wartawan AFP. Kantor berita ISNA juga melaporkan "beberapa" ledakan di Teheran bagian timur dan timur laut.

Dua ledakan dahsyat lainnya mengguncang Teheran pada Minggu pada hari kedua serangan AS-Israel terhadap Iran. Ledakan-ledakan tersebut, yang memiliki kekuatan cukup besar, terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat (1730 GMT).

Kantor berita Iran ISNA melaporkan bahwa rumah sakit Gandhi di utara Teheran menjadi sasaran serangan pada hari Minggu, pada hari kedua kampanye udara AS-Israel terhadap Iran.

"Rumah sakit Gandhi di Teheran diserang oleh serangan udara Zionis-Amerika," lapor ISNA, sementara kantor berita Fars dan Mizan menerbitkan sebuah video, yang disajikan seolah-olah diambil dari dalam fasilitas tersebut, menunjukkan puing-puing di lantai di antara kursi roda.

1. Menghantam rumah sakit

Sebuah cuplikan video yang diambil dari rekaman yang dirilis oleh militer Israel pada 1 Maret 2026, menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai serangan skala besar terhadap "markas besar rezim teror Iran" di Teheran, Iran pada 1 Maret. (HANDOUT /ISRAELI ARMY/AFP)

Kantor berita Iran ISNA melaporkan bahwa rumah sakit Gandhi di utara Teheran menjadi sasaran serangan pada hari Minggu, pada hari kedua kampanye udara AS-Israel terhadap Iran.

"Rumah sakit Gandhi di Teheran diserang oleh serangan udara Zionis-Amerika," lapor ISNA, sementara kantor berita Fars dan Mizan menerbitkan sebuah video, yang disajikan seolah-olah diambil dari dalam fasilitas tersebut, menunjukkan puing-puing di lantai di antara kursi roda.

2. Kantor polisi jadi sasaran

Cuplikan video ini, yang diambil dari gambar UGC yang diposting di media sosial pada 28 Februari 2026 dan diverifikasi oleh tim AFPTV di Paris, menunjukkan orang-orang memeriksa kerusakan di lokasi dampak setelah serangan AS dan Israel di Teheran, Iran. (VARIOUS SOURCES/AFP)

Media Iran melaporkan bahwa sebuah kantor polisi di kota pinggiran Teheran dihantam serangan pada hari Minggu, menewaskan sejumlah orang yang tidak disebutkan jumlahnya, dan beberapa lainnya dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan.

"Menyusul serangan musuh di kota Rey, gedung Markas Besar Kepolisian Rey dan bangunan tempat tinggal di dekatnya dihantam," lapor kantor berita Tasnim. "Menurut laporan awal, sejumlah warga sipil gugur dan beberapa terjebak di bawah reruntuhan."

3. Stasiun TV juga jadi sasaran

Cuplikan gambar dari siaran televisi pemerintah Iran pada 28 Februari 2026, menunjukkan sebuah sekolah dasar putri di Minab, lokasi yang diklaim sebagai tempat serangan mematikan AS dan Israel, di provinsi Hormozgan selatan Iran, dekat jalur laut strategis Selat Hormuz. (ALEX MITA /IRIB TV/AFP)

Dalam waktu yang bersamaan, stasiun televisi pemerintah Iran mengatakan pada Minggu malam bahwa mereka telah menjadi sasaran serangan setelah serangkaian ledakan dahsyat mengguncang Teheran, meskipun siarannya tidak terputus.

"Tim teknis sedang menilai kerusakan," kata stasiun televisi tersebut, yang juga menjadi sasaran selama perang Iran-Israel pada bulan Juni, dilansir AFP.

Editorial Team