Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public Domain, via Wikimedia Commons)
Berdasarkan laporan AFP, IRGC merilis pernyataan mengenai insiden yang menimpa tiga kapal tanker minyak dalam kurun 24 jam di jalur selatan. “Selama 24 jam terakhir, tiga kapal tanker minyak yang melanggar meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau saat mencoba melewati rute selatan Selat Hormuz yang tidak berizin,” sebut IRGC dalam pernyataannya. Saat pernyataan itu dirilis, belum ada kejelasan mengenai waktu pasti terjadinya peristiwa maupun bendera yang dikibarkan kapal-kapal tersebut.
Masih pada Kamis (29/10/2026), militer reguler Iran melaporkan sebuah kapal tanker lain mengalami kebakaran di sebelah timur selat. Pernyataan militer yang disiarkan televisi pemerintah menyebut kapal itu beroperasi ilegal di area terlarang dan berbahaya, lalu terbakar akibat ranjau hingga tidak dapat bergerak. Teheran menegaskan bahwa rute perairan tidak berizin di dekat pantai Oman tersebut dipasangi ranjau laut.
Klaim insiden ledakan berlanjut ke hari berikutnya. Berdasarkan laporan terpisah dari Anadolu Agency, Angkatan Laut IRGC kembali mengumumkan gelombang insiden baru pada hari Jumat (30/10/2026). IRGC menyatakan sebuah supertanker pengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah terbakar akibat ranjau di rute selatan setelah mengabaikan peringatan radio berulang kali. Menurut IRGC, peristiwa pada supertanker tersebut menandai insiden keempat kalinya sebuah kapal tanker terbakar di selat itu khusus sejak Jumat (30/10/2026) dini hari saja.