Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Ali Ozmaei (commons.wikimedia.org/Mehr News Agency)
Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Laksamana Muda Ali Ozmaei, mengatakan tanker minyak berbendera Togo dengan nama Trend diserang setelah mencoba melintasi Selat Hormuz secara ilegal pada Kamis (17/9/2026), dilansir Tasnim News.
"Semalam, kapal tanker Trend yang melanggar aturan, yang mengibarkan bendera Togo, mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal atas hasutan dan tipu daya militer AS yang membunuh anak-anak. Kapal itu tertembak dan dihentikan setelah kebakaran terjadi di dalamnya," ujar Ozmaei pada Jumat (18/9) pagi.
"Angkatan Laut IRGC sekali lagi memperingatkan bahwa pelayaran ilegal melalui Selat Hormuz tidak akan menghasilkan konsekuensi lain selain penghancuran kapal yang melanggar," tegasnya.
Pada hari yang sama, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan insiden keamanan sekitar 16 mil laut (30 km) di timur laut Kota Khasab, Oman. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan belum ada dampak lingkungan yang dikonfirmasi. Dilansir CBS News, belum diketahui apakah insiden tersebut berkaitan dengan tanker Trend yang diklaim diserang IRGC.
Hanya tiga kapal pengangkut komoditas terdeteksi melintasi Selat Hormuz pada Rabu (16/9), turun dari 12 kapal sehari sebelumnya. Dalam laporan terpisah, Al Jazeera mengutip juru bicara United States Central Command (CENTCOM) yang menyatakan lalu lintas komersial masih berlangsung dan membantah bahwa Iran menguasai selat tersebut.