Jakarta, IDN Times – Pemerintah Iran telah memperoleh tanggapan resmi Amerika Serikat (AS) atas proposal mediasi yang disalurkan melalui Qatar. Penyiar negara IRIB pada Rabu (30/9/2026) melaporkan Juru Bicara Fatemeh Mohajerani menyebut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah menerima respons tersebut, tetapi isi dokumen dan langkah Teheran berikutnya belum diumumkan. Sementara itu, Jordan News yang mengutip Reuters menyebut Araghchi mendapatkan dokumen balasan tersebut dalam pertemuan di Doha pada Selasa (29/9/2026) malam dan pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Teheran.
Kontak tak langsung antara kedua pihak berlangsung setelah perang AS dan Israel melawan Iran meletus pada Februari lalu. Menurut Anadolu Agency, Iran sempat membalas serangan tersebut sebelum gencatan senjata tercapai pada April, yang dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman mengenai kebebasan pelayaran pada Juni. Namun, implementasi kesepakatan itu terhenti akibat sengketa keamanan di Selat Hormuz, sementara militer AS tercatat tidak lagi melancarkan serangan ke wilayah Iran sejak 1 September 2026.
