Irlandia Utara dan Skotlandia Terima 300 Ancaman Bom di Sekolah

- Polisi Irlandia Utara dan Skotlandia menyelidiki sekitar 300 ancaman bom via email yang diterima sekolah-sekolah pada 19 Oktober 2026, sehingga kegiatan belajar terganggu.
- Di Irlandia Utara, 160 sekolah menerima pesan yang mengatasnamakan kelompok Islamis; sejumlah sekolah ditutup, sementara Menteri Pendidikan Paul Givan berkoordinasi dengan PSNI.
- PSNI dan polisi Skotlandia menilai ancaman serupa dari luar Inggris Raya itu hoaks tanpa risiko besar; satu sekolah mengevakuasi 400 siswa dan hanya belajar 15 menit.
Jakarta, IDN Times - Polisi Irlandia Utara (PSNI) dan Skotlandia membuka investigasi terkait 300 ancaman bom di berbagai sekolah pada Senin (19/10/2026). Ancaman bom ini diterima oleh ratusan sekolah serentak melalui surat elektronik atau email.
Otoritas Irlandia Utara dan Skotlandia mengakui kekhawatiran murid dan orangtua terkait dengan teror bom ini. Alhasil, aktivitas belajar mengajar di sekolah di Irlandia Utara dan Skotlandia mengalami gangguan.
1. Sebanyak 160 sekolah terima ancaman berbau Islamis

ilustrasi bendera Irlandia Utara (unsplash.com/samuelsteele) Menteri Pendidikan Irlandia Utara, Paul Givan mengatakan bahwa 160 sekolah di wilayahnya sudah menerima ancaman bom. Sejumlah sekolah sudah ditutup imbas ancaman bom tersebut.
“Pagi ini, kami sudah mendapatkan laporan 160 sekolah yang menerima ancaman bom. Surat tersebut datang dari kelompok Islamis yang mengancam bahwa hukum Syariah akan dibawa ke negaranya dan sudah diletakkan alat peledak di sekolah tersebut,” tuturnya, dikutip dari RTE.
Givan mengatakan telah bekerja sama dengan PSNI untuk mengungkap teror bom di sekolah ini. Namun, ia berpandangan bahwa ancaman ini sebenarnya bukanlah ancaman yang sebenarnya.
2. Polisi tetapkan ancaman bom ini sebagai kabar bohong

Kantor Wali Kota Belfast di Irlandia Utara. (unsplash.com/kmitchhodge) PSNI dan polisi Skotlandia akhirnya menetapkan ancaman bom ini sebagai kabar bohong atau hoaks. Sementara itu, polisi memastikan bahwa ancaman ini diketahui berasal dari luar Inggris Raya dan tulisan dari email tersebut memiliki kesamaan satu sama lain.
“Polisi sudah menangani masalah ini dengan serius. Namun, untuk saat ini, kami menilai bahwa tidak ada risiko besar terkait dengan keamanan publik,” terang Asisten Kepala PSNI, Ryan Henderson, dikutip dari BBC.
3. Kepala sekolah akui sangat khawatir akan ancaman bom

ilustrasi kelas di sekolah (unsplash.com/ivalex) Menanggapi ancaman bom, Kepala Sekolah St Colman’s Primary School di Lamberg, Stephen Baine mengatakan bahwa awalnya ia sangat khawatir. Ia sudah menghubungi PSNI dan menganjurkan evakuasi massal 400 siswa.
Baine mengatakan ancaman bom ini datang pada pagi hari dan memaksanya menghubungi seluruh orang tua murid untuk menjemput anak mereka. Alhasil, anak-anak hanya dapat belajar di sekolah selama 15 menit.
























