Israel Defense Forces (Pasukan Pertahanan Israel) (Israel Defense Forces, CC BY 2.0, via WIkimedia Commons)
Anak-anak Palestina di kamp pengungsian Al-Zawayda, Gaza Tengah, menerbangkan layang-layang kertas sebagai hiburan sederhana di tengah kepungan konflik. Bagi mereka, mainan terbuat dari kertas dan bambu tersebut menjadi sarana untuk sejenak melupakan ketakutan akibat peperangan. Namun, angin yang membawa beberapa layang-layang melintasi perbatasan justru direspons keras oleh pihak militer Israel.
Dilansir Anadolu Agency, militer Israel melaporkan penemuan empat layang-layang di dekat pemukiman Nahal Oz dalam rentang waktu 24 jam, yakni satu layang-layang pada Jumat (21/8/2026) dan tiga lainnya pada Sabtu pagi (22/8/2026). Pemeriksaan resmi oleh tentara Israel mengonfirmasi bahwa tidak ada bahan peledak atau material mencurigakan yang ditemukan pada mainan tersebut.
Meski dikonfirmasi murni terbuat dari kertas dan benang serta tidak membahayakan masyarakat, Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz pada Minggu (23/8/2026) menginstruksikan tindakan militer yang keras secara mendadak. Katz menegaskan bahwa setiap balon maupun layang-layang yang terbang dari Gaza akan diperlakukan sama seperti ancaman drone militer.
"Balon itu seperti layang-layang, dan layang-layang itu seperti pesawat nirawak, baik membawa bahan peledak atau tidak," tegas Katz. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Katz bahkan mengancam akan meningkatkan operasi pembunuhan tersasar dan mengevakuasi warga dari kawasan tempat layang-layang diterbangkan.