Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)
  • Israel dituduh di media sosial mendalangi tabrakan kereta cepat Renfe dan Iryo dekat Urda, Spanyol, yang menewaskan 68 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.
  • Narasi viral menuding Israel bekerja sama dengan Thales Group merusak sistem sinyal rel, serta menyebarkan video AI yang mengaitkan Benjamin Netanyahu dengan insiden tersebut.
  • Tuduhan itu dipastikan hoaks; Menteri Perhubungan Spanyol menyebut penyebabnya kesalahan teknis sinyal, sementara komunitas Yahudi Spanyol menyerukan publik mengikuti informasi dan investigasi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Israel dituduh menjadi dalang utama di balik kecelakaan maut dua kereta cepat yang terjadi di dekat Kota Urda, Spanyol, pada 28 Oktober pekan lalu. Insiden nahas tersebut dikabarkan telah menewaskan total 68 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Tuduhan yang menyeret Israel ini banyak tersebar di media sosial. Sebab, banyak berita dan video di media sosial, terutama di X, yang menyebut Tel Aviv sudah merencanakan kecelakaan tersebut sehingga dua kereta cepat tadi bertabrakan hingga menewaskan banyak orang.

1. Israel disebut bekerja sama dengan perusahaan militer Prancis

potret bendera Prancis (pexels.com/Jan van der Wolf)

Dalam sebuah video yang ditonton sebanyak 100 ribu kali, Israel disebut bekerja sama dengan perusahaan militer dan teknologi Prancis yang berbasis di Spanyol bernama Thales Group untuk merencanakan kecelakaan tersebut. Thales Group disebut punya hubungan dekat dengan Tel Aviv.

Jadi, Israel disebut sengaja meminta Thales Group untuk mengacaukan sistem lampu lalu lintas di jalur rel yang dilewati kereta Renfe dan Iryo. Hal inilah yang membuat dua kereta cepat tersebut berada di satu jalur yang sama, tetapi melaju ke arah yang berlawanan sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan. 

Dalam sebuah akun bernama Irlandarra juga ada sebuah video kecerdasan buatan (AI) yang menuding Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjadi dalang dari tabrakan dua kereta cepat tadi. Video itu menyebut bahwa Netanyahu sempat mengancam akan membuat kecelakaan kereta besar di Spanyol. 

2. Semua tuduhan ke Israel menyebar dengan cepat di media sosial

ilustrasi media sosial (unsplash.com/Julian)

Namun, semua tuduhan tadi sudah dipastikan hoaks dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Sebab, semua berita dan video yang menyangkut tuduhan tersebut tidak sesuai fakta di lapangan. Terlebih, ada juga beberapa berita dan video yang hanya dibuat oleh AI tanpa memperhatikan realita sebenarnya. 

“Setelah ancaman Netanyahu terhadap Spanyol, kemarin terjadi kecelakaan kereta api di mana 68 orang tewas,” bunyi takarir yang ditulis akun Irlandarra dalam unggahannya, seperti dikutip Jerusalem Post.  

Kendati demikian, semua tuduhan tersebut saat ini sudah terlanjur menyebar dengan sangat cepat di media sosial. Tuduhan itu akhirnya membentuk opini publik di seluruh dunia soal tabrakan dua kereta cepat di Spanyol.

3. Komunitas Yahudi Spanyol mengecam tuduhan yang menyeret Israel

potret komunitas Yahudi (pexels.com/Harsh Arya)

Padahal, Menteri Perhubungan Spanyol, Oscar Puénte, sudah mengatakan bahwa tabrakan antara kereta Renfe dan Iryo disebabkan oleh kesalahan teknis yang terjadi di sistem lampu lalu lintas rel. Masalah ini akhirnya membuat dua kereta tersebut melaju berlawanan di satu jalur yang sama dan akhirnya saling bertabrakan. 

Tuduhan yang menyeret Israel soal kecelakaan ini akhirnya dikecam oleh komunitas Yahudi di Spanyol, Federation of Jewish Communities of Spain (FJCE). FJCE meminta seluruh masyarakat di Spanyol dan di seluruh dunia untuk jangan percaya berita hoaks. Organisasi itu juga meminta masyarakat untuk membaca berita dari portal media resmi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden nahas tersebut.

“Teori-teori ini berasal dari kedua ujung spektrum politik dan kami menyerukan kepada masyarakat untuk menolaknya dan mengandalkan informasi dan investigasi resmi. Sebab, itu merupakan satu-satunya cara untuk menetapkan apa yang terjadi,” demikian bunyi pernyataan resmi FCJE.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article