Ribuan Warga Spanyol Demo Desak Tanggung Jawab Kecelakaan Kereta Cepat

- Sekitar 1.500 warga berdemo di Madrid menuntut tanggung jawab pemerintah atas kecelakaan kereta cepat di Urda, Toledo, yang berujung bentrokan dan penggunaan gas air mata.
- Demonstran menyalahkan Menteri Transportasi Oscar Puente atas dugaan buruknya manajemen infrastruktur, sementara massa lain berkumpul setelah seruan Partai Vox menuntut pemerintah.
- Perdana Menteri Pedro Sanchez berjanji mengungkap penyebab kecelakaan Renfe-IRYO yang menewaskan 69 orang; Spanyol menetapkan tiga hari berkabung setelah insiden kedua sepanjang 2026.
Jakarta, IDN Times - Sekitar 1.500 orang mengadakan demonstrasi di depan Kantor Kementerian Transportasi di Madrid, Spanyol pada Rabu (28/10/2026) malam. Mereka turun ke jalan untuk menuntut tanggung jawab pemerintah atas kecelakaan kereta cepat di Urda, Toledo.
Aksi ini diinisiasi oleh kelompok simpatisan sayap kanan Spanyol, seperti Revuelta dan partai sayap kanan, Falange. Sayangnya, demonstrasi ini berujung bentrokan demonstran dan personel kepolisian. Polisi pun menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran.
1. Demonstran salahkan Menteri Transportasi Spanyol

suasana demonstrasi di Spanyol (unsplash.com/jpsheard) Dalam aksi ini, demonstran menyalahkan kecelakaan ini kepada Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente. Mereka menilai buruknya manajemen infrastruktur publik yang menyebabkan kecelakaan kereta cepat terburuk ini.
“Sampai kapan kami warga Spanyol harus menoleransi korupsi dan buruknya orang yang mengatur Spanyol? Berapa banyak orang yang harus tewas agar kami dapat menjatuhkan pembunuh dan pengkhianat itu dari institusi negara?” ujar Juru Bicara Partai Falange, Federico Campanero, dikutip dari EFE.
Selain dihadiri oleh ribuan simpatisan Revuelta dan Falange, sejumlah orang juga berkumpul di Plaza de Cibeles. Massa tersebut berkumpul setelah dipanggil oleh Partai Vox untuk menuntut pemerintah Spanyol.
2. Sanchez berjanji mengungkap penyebab peristiwa kecelakaan kereta api
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez. (Arne Müseler / www.arne-mueseler.com, CC BY-SA 3.0 DE, via Wikimedia Commons) Pada Kamis (29/10/2026), Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan bahwa pemerintah akan mengungkap seluruh detail penyebab kecelakaan kereta cepat ini. Ia menekankan keselamatan layanan kereta cepat di Spanyol akan ditingkatkan untuk menghindari kecelakaan serupa.
Dilansir Democrata, Sanchez juga menyampaikan bahwa pemerintah akan bekerja siang dan malam untuk mengungkap kecelakaan ini. Pemimpin sayap kiri itu sempat mengungkapkan kecelakaan kereta api kedua dengan banyaknya korban dalam setahun tidak dapat diterima oleh negara seperti Spanyol.
Peristiwa kecelakaan kereta cepat di Toledo ini membuat pemerintahan Sanchez dalam tekanan hebat. Terlebih banyak masalah lain yang perlu diselesaikan oleh pemerintahannya, seperti migrasi usai krisis di Ceuta.
3. Kecelakaan kereta cepat kedua di Spanyol tahun 2026

Kereta Cepat Renfe di Spanyol. (unsplash.com/massreuy) Spanyol sudah menetapkan 3 hari berkabung atas tabrakan kereta cepat milik negara, Renfe dan kereta cepat swasta milik IRYO yang menewaskan 69 orang dan melukai puluhan lainnya. Kecelakaan ini menjadi yang terburuk di Spanyol dalam beberapa dekade.
Dilansir NBC News, kecelakaan antara kereta cepat Renfe dan IRYO ini menjadi yang kedua kalinya terjadi di Spanyol pada 2026. Pada Januari, kecelakaan kereta cepat di dekat Cordoba sudah menewaskan 40 orang dan sebanyak 75 orang dilarikan ke rumah sakit.





















