Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Dituduh Sengaja Bakar Kawasan Hutan di Lebanon Selatan
potret kebakaran hutan (pexels.com/Vladyslav Dukhin)
  • Warga dan petugas pemadam Lebanon menuduh IDF sengaja memicu kebakaran hutan di selatan Lebanon; sekitar 30–40 persen lahan dekat garis depan dilaporkan terdampak.
  • Menurut Kepala Pertahanan Sipil Nabatieh Hussein Fakih, serangan drone, bom pembakar, fosfor putih, dan suar juga menyasar hutan serta lahan pertanian sejak gencatan senjata Juni.
  • Aktivis Green Southerners menyebut serangan itu sebagai ecocide karena merusak hutan pinus dan ek yang penting bagi ekosistem serta burung migran, di tengah negosiasi damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dituduh sengaja membakar kawasan hutan yang ada di Lebanon selatan. Tuduhan itu dilontarkan oleh warga Lebanon selatan dan petugas pemadam kebakaran Lebanon pada Rabu (12/8/2026). Petugas pemadam kebakaran tersebut kini sedang berupaya memadamkan kebakaran hutan di Lebanon selatan.  

“Sebagian besar misi kami sekarang terkait dengan kebakaran (hutan di Lebanon selatan). Ada area hutan yang sangat luas yang telah terbakar. Saya tidak memiliki angka pastinya. Namun, di daerah yang dekat dengan (garis depan), sekitar 30 sampai 40 persen lahan telah terkena dampak kebakaran,” kata Kepala Badan Pertahanan Sipil di Negara Bagian Nabatieh, Lebanon selatan, Hussein Fakih, seperti dilansir The Guardian.

1. Israel sengaja menyerang area hutan di Lebanon selatan dengan drone

potret drone militer (pexels.com/Barıs Karagoz)

Menurut Fakih, dalam beberapa pekan terakhir, Israel kerap menyerang area hutan yang ada di Lebanon selatan menggunakan sejumlah drone. Serangan tersebut lantas menyebabkan ledakan hebat yang akhirnya membakar sebagian besar area hutan di Lebanon selatan. 

Pada Selasa (11/8/2026), misalnya, IDF dilaporkan meluncurkan serangan drone ke kawasan hutan yang ada di Khiam. Serangan itu menyebabkan kebakaran hebat di hutan yang ada di wilayah tersebut. Saat petugas pemadam datang dan mencoba memadamkan api, IDF kembali melakukan serangan drone. Hal ini membuat para petugas pemadam terpaksa mundur untuk menghindari bahaya.

2. Israel juga menyerang area pertanian warga di Lebanon selatan

ilustrasi area pertanian (pexels.com/Magda Ehlers)

Fakih menambahkan, selain menyerang kawasan hutan, IDF juga kerap menyerang area pertanian warga yang ada di Lebanon selatan. Menurutnya, praktik ini sudah dilakukan Israel sejak menyepakati gencatan senjata dengan Hizbullah dan Lebanon pada 17 Juni lalu. 

“Mereka mulai melakukan ini tepat setelah gencatan senjata dan ada bom pembakar setiap hari. Drone kecil keluar dan menjatuhkan bahan pembakar, peluru fosfor (putih) ditembakkan ke hutan, selain suar penerangan yang mereka jatuhkan di siang hari sehingga vegetasi terbakar habis,” jelas Fakih. 

3. Aktivis lingkungan di Lebanon geram terhadap serangan Israel ke area hutan

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Saravanan Narayanan)

Serangan ini membuat para aktivis lingkungan di Lebanon geram. Hisham Younes, pendiri organisasi konservasi bernama Green Southerners, menyebut serangan Israel di kawasan hutan yang ada di Lebanon selatan dengan sebutan “Ecocide”. Sebutan ini merujuk pada tindakan genosida atau penghancuran, tetapi yang dilakukan ke ekosistem lingkungan seperti hutan. 

“Ini adalah hutan yang sudah lama ada, didominasi oleh pohon pinus batu yang produktif di samping pohon ek. Hutan-hutan ini menjalankan fungsi yang sangat penting. Area yang lebih luas juga merupakan jalur persinggahan dan tempat istirahat penting bagi burung-burung migran,” kata Younes.

Israel sendiri saat ini sedang melanjutkan negosiasi damai dengan Lebanon. Negosiasi terakhir sudah dilakukan di Roma, Italia, pada pekan lalu. Negosiasi selanjutnya juga akan dihelat di Roma pada September mendatang. Meski negosiasi sedang berlangsung, IDF masih kerap melakukan serangan ke Lebanon selatan hingga saat ini. Padahal, dalam kesepakatan gencatan senjata pada Juni, IDF sudah bersedia menghentikan serangan dan mundur bertahap dari wilayah tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article