Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Larang Masuk Ketua Partai Green Inggris, Anggap Rasis
ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/levimeirclancy)
  • Israel melarang Ketua Partai Green Inggris Zack Polanski masuk setelah partainya menyetujui resolusi yang menyamakan Zionisme dengan rasisme.
  • Kementerian Luar Negeri Israel menilai resolusi itu antisemit, menolak penentuan nasib sendiri Yahudi, dan menetapkan Partai Green sebagai partai anti-Zionis.
  • Resolusi didukung 1.022 anggota berbanding 813 penolak; Partai Green mengaitkannya dengan korban Palestina, sementara anggota senior menyiapkan banding.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Israel resmi melarang masuk Ketua Partai Green, Zack Polanski pada Minggu (4/10/2026). Keputusan ini menyusul pemungutan suara internal partai untuk menetapkan Zionisme sama dengan rasisme.  

Belakangan ini, hubungan Inggris dan Israel terus memanas. Retaknya hubungan kedua negara didorong oleh penetapan sanksi Inggris kepada barang impor asal wilayah dudukan Israel di Tepi Barat, Palestina. 

1. Tuding Partai Green dorong anti-semitisme

ilustrasi bendera Inggris Raya (pexels.com/mikebird)

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa resolusi dari Partai Green menunjukkan sikap anti-semitisme. Menurutnya, tindakan tersebut sama dengan menolak eksistensi dan penentuan nasib sendiri dari etnis Yahudi. 

“Hari ini, Partai Green di Inggris menerapkan resolusi yang menyamakan Zionisme dengan rasisme. Ini melegitimasi perjuangan melawan Israel dan mendukung kehancuran dari Israel,” terangnya, dikutip dari DPA International.

Tel-Aviv juga menetapkan Partai Green sebagai partai anti-Zionis. Sementara, Israel menyebut Zionisme sebagai pergerakan untuk melindungi negara Yahudi, Israel. 

2. Partai Green dukung Zionisme sebagai rasisme

ilustrasi bendera Israel (pexels.com/altman)

Di sisi lain, Partai Green di Inggris dan Wales setuju menetapkan Zionisme sebagai rasisme. Hasil pemungutan suara menunjukkan 1.022 anggota setuju dan hanya 813 yang menolak proposal tersebut. 

Dilansir i24 News, sebelumnya mosi ini sempat ditolak oleh anggota partai di Inggris tersebut. Sejumlah anggota senior partai diketahui sedang mempersiapkan banding untuk menolak keputusan ini. 

3. Partai Green sebut banyak warga Palestina yang jadi korban operasi militer Israel

ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/muaaz)

Sehari sebelumnya, Wakil Partai Green, Mothin Ali mengatakan bahwa keputusan ini didasarkan pada tingginya korban warga Palestina imbas konflik antara Israel dan Hamas. Menurutnya, apa yang dilakukan Israel termasuk genosida. 

“Mosi ini menetapkan Zionisme dengan sangat jelas. Maka itu sama dengan pergerakan etnonasionalis, Artinya, itu sama dengan ethnic cleansing atau genosida,” terangnya, dikutip dari CNN.

Sedangkan Polanski mengungkapkan akan terus menolak kejahatan yang dilakukan pemerintahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia memastikan, tidak ada konflik antara pendukung hak warga Palestina dan hak dari warga Yahudi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article