Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Serang Apartemen di Gaza untuk Bunuh Pemimpin Hamas

2 min read
Israel Serang Apartemen di Gaza untuk Bunuh Pemimpin Hamas
portet apartemen yang terkena serangan (pexels.com/Алесь Усцінаў)
  • Israel menyerang apartemen di Gaza pada 3 Oktober 2026 untuk menargetkan Ali Al-Amoudi, tokoh Hamas yang disebut IDF sebagai tangan kanan Yahya Sinwar.
  • Serangan dua rudal tersebut menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang perempuan, memicu kebakaran hebat dan menghancurkan sebagian besar apartemen tanpa peringatan sebelumnya.
  • Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 1.440 kematian sejak saat itu dan total 74.200 korban sejak Oktober 2023.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Israel melakukan serangan ke sebuah apartemen yang ada di Gaza pada Sabtu (3/10/2026) kemarin. Serangan yang dilakukan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tersebut dikabarkan telah menewaskan setidaknya lima orang, termasuk satu orang perempuan. 

IDF dalam keterangannya menjelaskan, serangan ketika itu sebetulnya bukan ditujukan ke warga Gaza yang tinggal di apartemen tersebut, melainkan ke seorang yang diduga sebagai pemimpin Hamas bernama Ali Al-Amoudi. IDF saat ini masih memastikan apakah serangan tersebut berhasil membunuh Al-Amoudi atau hanya melukainya.

  1. 1. Al-Amoudi adalah tangan kanan Yahya Sinwar

     Eks Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar (kiri), dan eks Pemimpin Tertinggi Iran (kanan), Ayatollah Ali Khamenei.
    potret eks Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar (kiri), dan eks Pemimpin Tertinggi Iran (kanan), Ayatollah Ali Khamenei (commons.wikimedia.org/Khamenei.ir)

    IDF menjelaskan, Al-Amoudi adalah tangan kanan alias orang kepercayaan eks Pemimpin Tertinggi Hamas yang tewas pada 2024 lalu, Yahya Sinwar. IDF menyebut Al-Amoudi terlibat dalam perencanaan serangan yang menyasar festival musik Supernova di Israel pada 7 Oktober 2023 lalu. Serangan itulah yang membuat perang antara Israel dan Hamas berlangsung hingga saat ini. 

    "Saat ini, Al-Amoudi adalah tokoh Hamas paling senior di Jalur Gaza dan terlibat langsung dalam kegiatan teror Hamas serta dalam membangun kembali organisasi tersebut untuk perang. Teroris itu harus dilumpuhkan untuk menghilangkan ancaman," demikian bunyi pernyataan resmi IDF, seperti dilansir The New Arab.

  2. 2. Serangan dilakukan secara tiba-tiba

    Pasukan militer Israel (IDF) sedang melakukan serangan.
    Pasukan militer Israel (IDF) sedang melakukan serangan menggunakan tank baja. (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

    Juru Bicara agensi pertahanan Hamas, Mahmoud Bassal, mengatakan, Israel menyerang apartemen di Gaza menggunakan dua rudal. Serangan tersebut menimbulkan kebakaran hebat dan menghancurkan sebagian besar bagian apartemen. 

    Ihab Ayad, salah satu penghuni apartemen mengatakan, serangan IDF terjadi secara tiba-tiba. Saat serangan terjadi, ia mengaku sedang melakukan aktivitas harian seperti biasa. Padahal, IDF biasanya kerap memberikan peringatan sebelum melakukan serangan agar para warga bisa menyelamatkan diri sebelum serangan terjadi.

    "Kami tidak melempar batu atau menembakkan roket. Jika ada anak di antara kami yang membawa batu, mereka akan menyebutnya teroris, seorang pembunuh. Namun, mereka memiliki persenjataan paling ampuh dan menghancurkan segalanya," kata Ayad dilansir France 24. 

  3. 3. Israel masih menyerang Gaza meski sudah gencatan senjata

    IDF sedang bertugas di lapangan.
    potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

    Hingga saat ini, Israel masih saja melakukan serangan ke Gaza. Padahal, Tel Aviv sudah menyepakati gencatan senjata fase pertama dengan Hamas pada Oktober 2025 lalu. Gencatan senjata fase kedua juga sudah mulai berlaku pada awal 2026 ini. 

    Menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza, serangan IDF sejak gencatan senjata pada Oktober 2025 sudah menewaskan lebih dari 1.440 orang. Jika dijumlahkan dengan serangan Israel sejak Oktober 2023, maka korban tewas seluruhnya akan berjumlah 74.200 orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More