Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Serang 2 Kota di Lebanon Selatan, 14 Orang Tewas
potret Kota Byblos, Lebanon (pexels.com/YL Lew)
  • Israel melancarkan serangan ke dua kota di Lebanon selatan, Tyre dan Marwanieh, menewaskan 14 orang termasuk empat petugas medis menurut Kemenkes Lebanon.
  • Hizbullah membalas serangan Israel setelah Iran melalui IRGC mengultimatum agar Israel menghentikan agresinya terhadap Lebanon, memperingatkan potensi serangan balasan ke wilayah Israel.
  • Menteri Pertahanan Israel menolak ultimatum Iran dan menegaskan operasi militer di Lebanon akan terus berlanjut hingga Hizbullah menyerah, meski gencatan senjata baru saja diberlakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Israel kembali meluncurkan serangan ke Lebanon selatan pada Senin (8/6/2026). Serangan itu menyasar dua kota, yakni Tyre dan Marwanieh. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lebanon, serangan itu menewaskan setidaknya 14 orang, termasuk 4 petugas medis di Tyre. 

“Serangan musuh Israel di Kota Tyre, dekat pusat Palang Merah, mengakibatkan lima orang gugur dan delapan orang terluka, empat di antaranya adalah paramedis Palang Merah,” bunyi pernyataan resmi Kemenkes Lebanon, seperti dilansir The Strait Times, Selasa (9/6/2026). 

1. Iran sudah ultimatum Israel untuk jangan serang Lebanon

potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

Tidak lama usai serangan tadi, Hizbullah langsung memberikan balasan. Mereka meluncurkan serangan udara ke pasukan pertahanan Israel (IDF) yang juga berada di Lebanon selatan. Namun, tidak dijelaskan ke wilayah Lebanon selatan mana serangan tersebut diluncurkan. 

Sebetulnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sudah mengultimatum Israel untuk berhenti menyerang Lebanon. Jika melanggar, mereka menegaskan tidak akan segan untuk memberikan serangan balasan ke kota-kota yang ada di Israel. “Rezim Zionis palsu dan para pendukungnya harus mengambil pelajaran dari respons ini,” kata IRGC kepada kantor berita Fars dikutip The Hill

2. Israel ogah tanggapi ultimatum Iran

potret Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (commons.wikimedia.org/Itzhak Harari )

Namun, Israel enggan menanggapi ultimatum dari Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dengan tegas menolak tuntutan Iran untuk berhenti menyerang Lebanon selatan. Ia menegaskan akan tetap menyerang wilayah itu sampai Hizbullah menyerah dan melucuti senjatanya. 

“Militer Israel akan terus beroperasi di Lebanon (untuk) melawan organisasi teroris Hizbullah. Kami dengan tegas menolak ancaman Iran. Setiap upaya Iran untuk menghubungkan Lebanon dan Iran serta menyerang Israel akan ditanggapi dengan kekuatan besar, seperti yang terjadi kemarin,” tegas Katz. 

3. Israel sebelumnya sudah menyerang Lebanon selatan

potret wilayah Lebanon selatan (commons.wikimedia.org/ChrisO)

Sebelum ini, Israel juga sudah melakukan serangan ke Lebanon selatan. Serangan itu terjadi pada Minggu (7/6/2026) pagi waktu setempat. Serangan ini dilakukan meski gencatan senjata Israel dan Lebanon masih berlaku. Gencatan senjata kedua negara baru kembali berlaku efektif pada 3 Juni pekan lalu. Kesepakatan ini diraih dalam negosiasi perdamaian tahap keempat yang dihelat di Washington D.C., Amerika Serikat, pada 2 dan 3 Juni.

Merespons serangan ke Lebanon, Iran langsung meluncurkan serangan balasan ke Israel bagian utara pada Minggu malam. Serangan Iran lantas dibalas Israel pada Senin pagi waktu setempat. Aksi saling serang antara Iran dan Israel ini mendapat respons dari Presiden AS, Donald Trump. Ia meminta kedua negara berhenti saling serang. Sebab, aksi tersebut bisa mengganggu proses gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article