- https://www.newarab.com/news/israel-has-bombed-lebanon-nearly-3500-times-during-ceasefire
- https://www.aa.com.tr/en/us-israel-iran-war/israel-to-halt-attacks-on-iran-at-trump-s-request-to-continue-offensive-in-lebanon-israeli-official-says/3960571
- https://www.aa.com.tr/en/asia-pacific/pakistan-urges-giving-peace-a-little-more-chance-after-retaliatory-strikes-by-israel-iran/3960537
Israel Bombardir Lebanon Hampir 3.500 Kali sejak Gencatan Senjata

- Israel telah melakukan hampir 3.500 serangan udara di Lebanon sejak gencatan senjata pertengahan April, menyebabkan ribuan korban jiwa dan jutaan warga mengungsi.
- Iran dan Israel sepakat menghentikan serangan langsung setelah eskalasi besar, namun Israel menegaskan operasi militernya di Lebanon akan terus berlanjut dengan intensitas tinggi.
- Perdana Menteri Pakistan menyerukan agar Israel dan Iran menahan diri demi menjaga gencatan senjata yang rapuh serta mendorong penyelesaian diplomatik di kawasan Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri, Lebanon Nawaf Salam, pada Senin (8/6/2026), mengatakan bahwa Israel telah melancarkan hampir 3.500 serangan udara di Lebanon sejak gencatan senjata mulai berlaku pada pertengahan April lalu.
Dilansir The New Arab, Salam menyebutkan bahwa sejak 17 April hingga 7 Juni, Israel telah melancarkan 3.491 serangan udara serta melakukan 407 penghancuran terkontrol dan 6 operasi perataan wilayah. Akibatnya, beberapa desa di wilayah selatan Lebanon kini rata dengan tanah.
Ia menambahkan bahwa Lebanon telah berupaya mempertahankan gencatan senjata, tapi Israel terus melakukan pelanggaran.
1. Serangan Israel tewaskan lebih dari 3.600 orang di Lebanon

Konflik terbaru ini pecah pada 2 Maret, ketika kelompok Hizbullah di Lebanon menembakkan roket ke Israel untuk mendukung sekutunya, Iran, yang saat itu diserang oleh Israel dan Amerika Serikat (AS).
AS kemudian memediasi gencatan senjata antara kedua negara, yang mulai berlaku pada 17 April. Meski sebagian besar serangan udara di ibu kota, Beirut, dan sekitarnya telah terhenti, pertempuran antara Israel dan Hizbullah masih terus berlanjut di Lebanon selatan.
Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 3.600 orang dan memaksa lebih dari 1,6 juta warga mengungsi.
2. Israel dan Iran setuju untuk hentikan serangan

Pada Minggu (7/6/2026), Israel menyerang wilayah pinggiran selatan Beirut sebagai balasan atas serangan Hizbullah di Israel utara. Tidak terima, Teheran meluncurkan rudal ke Israel, yang kemudian membalas dengan menyerang sejumlah lokasi di Iran. Aksi saling serang ini menandai konfrontasi paling serius sejak gencatan senjata berlaku pada April.
Pada Senin, militer Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel. Namun, pihaknya memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras jika Israel terus menyerang Lebanon.
Di sisi lain, Israel juga menyatakan setuju untuk menghentikan serangan terhadap Iran atas permintaan Presiden AS, Donald Trump. Namun, seorang pejabat senior Israel mengatakan bahwa operasi militer di Lebanon akan tetap dilanjutkan dengan kekuatan penuh, dilansir Anadolu.
3. Pakistan minta Israel dan Iran menahan diri

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyerukan agar kedua negara menahan diri. Ia memperingatkan bahwa eskalasi antara Israel dan Iran dapat mengancam gencatan senjata yang rapuh dan menimbulkan konsekuensi yang serius.
“Saat kami bekerja dengan sungguh-sungguh dan susah payah, bersama dengan saudara dan mitra kami, untuk menemukan solusi diplomatik damai terhadap konflik tersebut, dan terutama ketika tujuan akhir hampir tercapai, kami dengan tulus mendesak semua pihak untuk menahan diri,” kata Sharif dalam pernyataan di media sosial X.
Pakistan selama ini berperan sebagai mediator dalam konflik antara AS dan Iran. Gencatan senjata sementara berhasil dicapai pada 8 April. Namun, perundingan selanjutnya mengalami kebuntuan akibat perselisihan mengenai pelaksanaan gencatan senjata tersebut serta perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

















