Jakarta, IDN Times - Korea Utara kembali menegaskan, statusnya sebagai negara bersenjata nuklir tidak dapat dinegosiasikan. Pernyataan itu disampaikan Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang.
Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim Yo Jong menegaskan negaranya tidak akan mundur dari kebijakan penguatan kemampuan nuklir dan tidak akan mentoleransi ancaman apa pun terhadap keamanan nasional Korea Utara.
Pernyataan tersebut muncul ketika perhatian internasional tertuju pada rencana pertemuan antara Xi Jinping dan Kim Jong Un. Kunjungan Xi ke Korea Utara dijadwalkan berlangsung pada Senin (8/6/2026) dan akan menjadi kunjungan pertamanya ke negara itu dalam hampir tujuh tahun terakhir.
Bagi Beijing, kunjungan tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat hubungan dengan Pyongyang, yang merupakan satu-satunya sekutu resmi China yang terikat perjanjian pertahanan.
