Kim Jong Un Serukan Genjot Produksi Artileri dan Amunisi Presisi Korut

- Kim Jong Un memerintahkan peningkatan produksi artileri dan amunisi presisi tinggi, termasuk pembangunan kompleks produksi baru serta modernisasi sistem kontrol teknis di sektor pertahanan.
- Kunjungan Kim ke pabrik amunisi dilakukan di tengah rencana pengerahan meriam-howitzer 155 mm di perbatasan Korsel dan uji coba kapal perusak Choe Hyon berbobot 5 ribu ton.
- Fokus Korut pada produksi amunisi massal dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik regional dan kemungkinan keterlibatan dalam pasokan senjata bagi Rusia selama konflik Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, menginstruksikan penguatan signifikan pada pasukan mortir dan howitzer saat melakukan inspeksi ke sejumlah pabrik amunisi utama.
Menurut laporan media pemerintah KCNA pada Rabu (13/5/2026), kunjungan Kim pada Senin lalu tersebut bertujuan meninjau target produksi persenjataan nasional pada paruh pertama 2026.
1. Kim menekankan modernisasi artileri, amunisi presisi tinggi, hingga efisiensi industri

Dilansir Korea Times, dalam inspeksi tersebut, Kim memerintahkan pembangunan kompleks produksi artileri khusus dan pabrik senjata ringan baru. Modernisasi artileri tersebut untuk memenuhi kebutuhan militer masa depan.
Kim juga menetapkan target untuk membangun sistem produksi peluru serbaguna berpresisi tinggi dengan berbagai kaliber, termasuk amunisi khusus dan peluru latihan. Serta, mendesak modernisasi struktur produksi dan sistem kontrol teknis di sektor amunisi yang diklaimnya tengah mencatat rekor pertumbuhan.
2. Eskalasi di perbatasan Korut-Korsel

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian aktivitas militer tingkat tinggi Korut dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Kim mengumumkan rencana pengerahan meriam-howitzer swa-gerak 155 mm baru di sepanjang perbatasan Korea Selatan (Korsel) pada akhir tahun ini. Untuk diketahui, senjata tersebut mampu menjangkau Seoul secara langsung.
Selain artileri, Kim baru-baru ini meninjau uji coba kapal perusak Choe Hyon berbobot 5 ribu ton, dan mengamati uji manuver sebelum pengoperasiannya. Langkah ini menunjukkan upaya modernisasi militer yang mencakup sektor darat dan laut.
Korea Herald melaporkan, aktivitas Kim tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan pertahanan lima tahun yang diumumkan dalam kongres Partai Buruh Korea (WPK) pada 2021.
Dalam inspeksi itu, Kim didampingi oleh para pejabat senior partai dan militer. Mereka termasuk Jo Chun-ryong (sekretaris Komite Sentral WPK), Kim Jong-sik (wakil direktur departemen pertama Komite Sentral WPK), dan Pak Jong-chon (penasihat Kementerian Pertahanan Nasional).
3. Dinamika geopolitik di kawasan yang semakin memanas dan ambisi militer Korut

Para analis menilai fokus Pyongyang pada produksi amunisi massal tidak hanya untuk memperkuat pertahanan domestik, tetapi juga berkaitan dengan dinamika geopolitik regional yang semakin memanas.
Pada September lalu, Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan bahwa peluru artileri Korut mencakup sekitar setengah dari persenjataan militer Rusia.
Di sisi lain, pakar Korsel menyebut bahwa Kim sedang berupaya membangun sistem produksi massal amunisi, dengan tujuan mengekspornya ke Rusia di tengah invasi yang sedang berlangsung di Ukraina, dikutip dari NHK News.


















