Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jepang Calonkan Kastil Hikone Jadi Warisan Dunia UNESCO pada 2028
Kastil Hikone (Jnn, CC BY 2.1 jp, via Wikimedia Commons)
  • Dewan Urusan Kebudayaan Jepang memilih Kastil Hikone di Prefektur Shiga sebagai kandidat Warisan Dunia UNESCO, dengan target keputusan penetapan pada musim panas 2028.
  • Kastil yang dibangun sejak 1604 ini dinilai merepresentasikan sistem pemerintahan daimyo Zaman Edo secara utuh, dari area pertahanan hingga pusat administrasi feodal.
  • Setelah proposal diperbaiki pada 2026, Jepang menyiapkan nominasi ke UNESCO; berkas formal ditargetkan Februari 2028 sebelum evaluasi ICOMOS dan sidang Komite Warisan Dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dewan Urusan Kebudayaan Jepang resmi memilih Kastil Hikone yang terletak di Prefektur Shiga sebagai kandidat pendaftaran Situs Warisan Dunia UNESCO tahun fiskal 2026 pada Kamis (3/9/2026). Langkah ini menjadi titik awal bagi pemerintah Jepang untuk membawa benteng bersejarah tersebut ke panggung internasional setelah bertahun-tahun diperjuangkan oleh pemerintah daerah setempat.

Keputusan tersebut diambil karena bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi ini dianggap mewakili sistem pemerintahan daimyo pada Zaman Edo (1603-1868) secara utuh. Pemerintah Jepang berencana menyerahkan nominasi sementara kepada UNESCO pada akhir September 2026, sebelum mengajukan berkas resmi hingga Februari 2028 demi mencapai target penetapan pada musim panas 2028.

1. Simbol sistem pemerintahan daimyo pada Zaman Edo

Kastil Hikone (Martin Falbisoner, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Kastil Hikone mulai dibangun pada 1604 atas perintah Shogun Tokugawa Ieyasu dan rampung sekitar 20 tahun kemudian di dekat Danau Biwa oleh klan Ii. Kompleks benteng beserta menara utamanya kini berstatus sebagai harta karun nasional Jepang karena tingkat kelestariannya yang sangat tinggi. Bangunan ini mencakup area pertahanan hingga kawasan kediaman tuan tanah yang masih terjaga.

Pemerintah Prefektur Shiga dan Pemerintah Kota Hikone menegaskan bahwa benteng ini menggambarkan sistem politik feodalisme era Edo. Pada masa itu, para lord feodal yang disebut daimyo memimpin wilayah dengan berkonsultasi bersama para pengikut senior mereka. Struktur tata ruang kastil ini memperlihatkan bagaimana pusat administrasi kekuasaan dijalankan secara mandiri pada zaman tersebut.

Dewan Urusan Kebudayaan menyatakan keunggulan peninggalan bersejarah ini dalam dokumen penilaiaya. "(Kastil ini) merupakan bukti nyata dari sistem pemerintahan daimyo yang tidak ada tandingannya di luar negeri, dan telah dilestarikan dengan baik melalui langkah-langkah perlindungan," tulis dewan tersebut dikutip dari Japan Today.

2. Perjalanan panjang menuju daftar kandidat UNESCO

Kastil Hikone (Jnn, CC BY 2.1 jp, via Wikimedia Commons)

Upaya menjadikan Kastil Hikone sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sebenarnya telah dimulai sejak dimasukkan ke dalam daftar sementara Jepang pada 1992. Namun, proses tersebut sempat terhenti setelah Kastil Himeji di Prefektur Hyogo lebih dulu ditetapkan sebagai Warisan Dunia pada 1993. Kastil Hikone sempat kesulitan menonjolkan perbedaan dan keunikan nilainya jika dibandingkan dengan Kastil Himeji.

Pada evaluasi awal 2024, Dewan Internasional tentang Monumen dan Situs (ICOMOS) mengindikasikan adanya potensi kelayakan bagi Kastil Hikone. Meski demikian, badan penasihat UNESCO itu memberikan catatan kritis mengenai mampukah kastil tersebut berdiri sendiri dalam menjelaskan sistem pemerintahan daimyo. Akibatnya, pada Agustus 2025, Dewan Urusan Kebudayaan menunda pemilihan kastil ini untuk memberikan waktu perbaikan proposal.

Pemerintah daerah tidak menyerah dan mengajukan perbaikan draf nominasi pada Mei 2026 dengan penjelasan tambahan mengenai nilai khusus benteng tersebut. Setelah peninjauan ulang, dewan akhirnya menyimpulkan bahwa Kastil Hikone memiliki nilai universal luar biasa yang sanggup menjelaskan sistem pemerintahan feodal secara mandiri. Dewan juga meminta agar penyusunan draf disempurnakan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh para ahli internasional.

3. Penyelamatan dari pembongkaran dan tahapan seleksi

Kastil Hikone (Hyppolyte de Saint-Rambert, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Selain nilai arsitekturnya, Kastil Hikone memiliki sejarah kelangsungan hidup yang unik setelah era Restorasi Meiji. Benteng ini sempat terancam dibongkar sebagaimana banyak kastil lain di Jepang pada akhir abad ke-19. Kehancuran tersebut berhasil dihindari setelah Kaisar Meiji mengunjungi Hikone pada 1878 dan secara langsung memerintahkan agar bangunan tersebut dilestarikan.

Setelah keputusan dewan penasihat ini, pemerintah Jepang akan memproses nominasi melalui diskusi antar-kementerian dan persetujuan kabinet. Dilansir The Japan Times, draf rekomendasi sementara akan diserahkan ke UNESCO pada akhir September 2026. Penyerahan berkas pendaftaran formal direncanakan berlangsung paling lambat Februari 2028.

Apabila seluruh tahapan administrasi dan penelitian lapangan oleh ICOMOS berjalan lancar, Komite Warisan Dunia akan menilai kelayakan pendaftaran tersebut. Keputusan akhir mengenai apakah Kastil Hikone resmi terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO akan ditentukan dalam sidang komite pada musim panas 2028.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article