Presiden terpilih AS Donald Trump dan mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro. (The White House from Washington, DC, Public domain, via Wikimedia Commons)
Flavio membawa keluarganya ke AS karena menganggap negara tersebut sebagai tempat yang aman. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS, Donald Trump, dan pemerintahannya karena telah menerima mereka.
"Sekali lagi, saya berterima kasih kepada Presiden Trump dan pemerintah Amerika karena telah menerima dan memberi kami perlindungan hukum yang tidak lagi dimiliki di Brasil," tulis Flavio.
Dia menegaskan, keputusannya meninggalkan Brasil bukan berarti melarikan diri. Menurutnya, dia ingin tetap dapat menjalankan peran politik tanpa menghadapi pembungkaman atau penahanan yang dikhawatirkannya.
"Saya tidak melarikan diri dari Brasil. Saya meninggalkan rezim yang luar biasa agar bisa menjadi pemimpin yang pantas bagi rakyat," tulisnya.
Dia menegaskan, tidak ingin dibungkam, dipenjara, atau disensor seperti yang menurutnya dialami ayahnya. Flavio juga menuding lembaga peradilan Brasil mengendalikan ruang oposisi politik.
Dalam konteks politik Brasil, Flavio merupakan putra Jair Bolsonaro, mantan presiden yang menjadi sekutu politik Trump. Flavio menyatakan akan mengorganisasi oposisi setelah menolak mengakui kemenangan Lula.
Sementara itu, Trump disebut mendukung Flávio karena kedekatan politiknya dengan keluarga Bolsonaro. Meski demikian, Trump juga dilaporkan menyambut baik terpilihnya kembali Lula sebagai presiden Brasil.