Kabut Asap Memburuk, PM Malaysia Hubungi Prabowo

Anwar Ibrahim menghubungi Prabowo Subianto untuk membahas langkah menghadapi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan di Malaysia.
Malaysia telah melakukan penyemaian awan dan pembuatan hujan hampir setiap hari, tetapi situasi belum sepenuhnya teratasi.
Malaysia mendorong pertemuan mendesak para menteri lingkungan hidup ASEAN untuk membahas dampak lintas negara.
Jakarta, IDN Times — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan situasi kabut asap di negaranya telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Di tengah kondisi tersebut, Anwar mengaku telah menghubungi Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas langkah yang diperlukan.
Anwar mengatakan Prabowo telah menyetujui untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan terkait situasi kabut asap. Pemerintah Malaysia juga telah melakukan komunikasi antarkementerian dengan Indonesia untuk membahas dampak yang dirasakan masyarakat.
Menurut Anwar, Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia telah menghubungi mitra mereka untuk kembali menegaskan kesiapan Malaysia memberikan kerja sama dalam menghadapi persoalan tersebut.
Malaysia juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kondisi udara, termasuk operasi penyemaian awan dan pembuatan hujan yang dilakukan hampir setiap hari. Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya mengatasi situasi.
1. Anwar hubungi Prabowo soal kabut asap

Presiden Prabowo Subianto disambut oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, (26/10/2025). (dok. Setpres) Anwar mengatakan dirinya secara pribadi telah menghubungi Presiden Prabowo di tengah situasi kabut asap yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Saya secara pribadi telah menghubungi Presiden Prabowo, dan beliau telah menyetujui untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Anwar, dalam video yang dibagikan di Instagram resminya, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Malaysia untuk merespons dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan masyarakat.
Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia juga telah menghubungi rekan sejawat mereka. Komunikasi tersebut dilakukan untuk menegaskan kembali kesiapan Malaysia memberikan berbagai bentuk kerja sama.
Anwar mengatakan kesiapan tersebut sebenarnya telah disampaikan Malaysia selama beberapa minggu terakhir, seiring dengan dampak kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.
2. Malaysia sudah lakukan penyemaian awan

Ilustrasi asap kebakaran hutan (unsplash.com/Emma Renly) Di dalam negeri, pemerintah Malaysia juga telah menjalankan sejumlah langkah untuk menghadapi kondisi kabut asap. Salah satunya melalui operasi penyemaian awan dan pembuatan hujan.
Anwar mengatakan Angkatan Udara Kerajaan Malaysia atau RMAF bersama instansi terkait telah melakukan operasi tersebut hampir setiap hari.
“Meskipun Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) dan instansi terkait melakukan operasi penyemaian awan dan pembuatan hujan hampir setiap hari, situasi ini tetap memprihatinkan,” ujarnya.
Upaya tersebut akan terus dilanjutkan pemerintah Malaysia. Anwar mengatakan pemerintah akan memantau perkembangan situasi sekaligus menjalankan langkah-langkah yang dianggap tepat.
“Insya Allah, kita akan melanjutkan upaya-upaya ini,” kata Anwar.
Namun, menurutnya, persoalan kabut asap tidak cukup ditangani melalui langkah di dalam negeri. Malaysia juga mendorong koordinasi lebih erat dengan negara-negara ASEAN.
3. Malaysia dorong rapat darurat menteri lingkungan ASEAN

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam policy speech di Sekretariat ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Anwar mengatakan dirinya telah kembali meminta Menteri Luar Negeri Malaysia untuk menghubungi mitra-mitra ASEAN. Tujuannya adalah mendorong digelarnya pertemuan mendesak para menteri lingkungan hidup ASEAN.
“Saya telah kembali meminta Menteri Luar Negeri untuk menghubungi mitra-mitra ASEAN guna mendesak diadakannya pertemuan mendesak para menteri lingkungan hidup ASEAN,” kata Anwar.
Menurut Anwar, pertemuan tersebut diperlukan untuk membahas situasi kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan membutuhkan kerja sama lintas negara.
Langkah Malaysia tersebut menunjukkan pemerintah Kuala Lumpur ingin membawa persoalan kabut asap ke tingkat regional. ASEAN selama ini menjadi ruang koordinasi negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang berdampak lintas batas.
Anwar menegaskan pemerintah Malaysia akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan.
“Inilah langkah-langkah yang sedang kita ambil, dan kita akan terus memantau situasi serta melaksanakan semua tindakan yang tepat,” ujarnya.























