Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kala Sekjen PBB Puji Bhinneka Tunggal Ika Jadi Inti Multilateralisme

4 min read
Kala Sekjen PBB Puji Bhinneka Tunggal Ika Jadi Inti Multilateralisme
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres ketika menyampaikan pidato di kantor Kemlu, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Sekjen PBB António Guterres mengapresiasi dukungan konsisten Indonesia terhadap PBB dan multilateralisme, serta menilai politik luar negeri bebas aktif menjadikan Indonesia jembatan perdamaian global.
  • Guterres menyebut Bhinneka Tunggal Ika sebagai contoh inti multilateralisme dan mendorong kerja sama internasional yang lebih efektif, representatif, serta mampu menjawab tantangan masyarakat.
  • Ia menekankan urgensi reformasi Dewan Keamanan PBB dan memuji kontribusi hampir 2.000 personel Indonesia dalam tujuh misi perdamaian PBB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres mengunjungi kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat pada Senin (19/10/2026). Ini bukan merupakan kunjungan perdana Guterres ke Indonesia. Tetapi, kunjungan ini menjadi khusus lantaran dilakukan jelang memasuki purna tugas pada Desember 2026.

Sekjen asal Portugal itu bahkan menyebut kunjungannya ke Jakarta sebagai bagian untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan bagi Indonesia.

"Ini adalah kunjungan untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan. Terima kasih atas kebijakan Indonesia yang konsisten selama 10 tahun terakhir dalam mendukung PBB dan multilateralisme," ungkap Guterres saat berpidato di hadapan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir pada hari ini.

Ia juga memuji kebijakan politik luar negeri Indonesia yaitu bebas aktif yang menjadikan Indonesia sebagai pembawa pesan perdamaian dan jembatan antara utara dan selatan. Indonesia juga berusaha menjadi jembatan bagi negara yang berada di timur dan barat.

"Politik luar negeri yang bebas aktif menjadikan Indonesia pilar fundamental dari dunia multipolar yang tak terelakan, yang ingin kita bangun bersama. Saya senang dapat kembali ke Indonesia," tutur dia.

  1. 1. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika dipuji inti multilateralisme

    Arrmanatha Nasir
    Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir ketika mengantar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres meninggalkan Kementerian Luar Negeri. (Dokumentasi Kemlu)

    Lebih lanjut, Guterres kembali memuji Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia yang memiliki 284 juta jiwa dan terdiri dari 300 kelompok etnis. Namun, penduduknya bisa hidup berdampingan. Indonesia, kata Guterres merupakan contoh hidup dari penerapan Bhinneka Tunggal Ika.

    "Indonesia adalah contoh hidup meski terdapat perbedaan tetapi tetap satu," katanya.

    Perbedaan itu, kata Guterres, menjadi pengingat bahwa kerja sama lintas perbedaan menjadi sebuah keniscayaan. Pelajaran itu menjadi inti dari multilateralisme.

    Pada forum itu, Guterres menyadari kepercayaan publik terhadap PBB selaku institusi terus menurun. Selain itu, banyak yang mempertanyakan apakah kerjasama internasional masih mampu memberikan solusi atas tantangan sehari-hari yang mereka hadapi.

    "Namun, jawaban atas kekecewaan yang semakin dalam terhadap multilateralisme bukan lah mengurangi multilateralisme. Melainkan multilateralisme yang lebih baik, lebih efektif, lebih representatif dan lebih mampu memberikan hasil," tutur dia.

  2. 2. Sekjen Guterres sepakat untuk melakukan reformasi Dewan Keamanan PBB

    António Guterres
    Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres (kiri) ketika menjabat tangan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (kanan) di kantor Kemlu, Jakarta Pusat. (Dokumentasi Kementerian Luar Negeri)

    Salah satu poin lainnya yang disinggung oleh Sekjen Guterres yakni perlunya untuk melakukan reformasi Dewan Keamanan PBB. Saat ini negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB terdiri dari dua negara Eropa, satu negara Amerika Utara dan satu negara Asia. Ia pun menilai komposisi negara tersebut tidak mewakili realita dunia saat ini.

    "Apakah itu ada kaitannya dengan dunia saat ini? Apakah itu badan yang mewakili realitas dunia saat ini? Jelas tidak," kata Guterres.

    Reformasi Dewan Keamanan, katanya, merupakan suatu keharusan bila ingin memiliki instrumen multilateral yang efektif di bidang perdamaian dan keamanan. "Sayangnya terkadang kita melihat anggota tetap Dewan Keamanan sendiri memulai perang tanpa menghormati hukum internasional," ujarnya.

    Meski Guterres tidak menyebut negara tetap anggota DK tersebut, namun jelas pernyataan itu ditujukan kepada Amerika Serikat (AS). Sebab, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel secara sepihak melakukan serangan udara ke Iran. Akibatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara tersebut.

    Selain itu, pada awal Januari 2026, Negeri Paman Sam juga melakukan operasi militer ke Venezuela. Hasilnya, AS berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Maduro ditangkap sepihak oleh pemerintahan Presiden Donald Trump lantaran dituduh telah memimpin kartel narkoba. Maduro juga didakwa terlibat dalam impor kokain dan penggunaan senjata berat yang ditujukan ke Negeri Paman Sam.

    Itu sebabnya, kata Guterres, Indonesia merupakan suara yang penting dalam upaya untuk melakukan reformasi Dewan Keamanan di PBB.

  3. 3. Sekjen PBB puji partisipasi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian

    António Guterres
    Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres ketika menyampaikan pidato di kantor Kemlu, Jakarta Pusat. (Dokumentasi Kementerian Luar Negeri)

    Sekjen Guterres juga tak lupa memuji kontribusi Indonesia yang secara konsisten mengirimkan pasukan perdamaian PBB ke sejumlah negara. Total hampir 2.000 perempuan dan laki-lakli yang bertugas di tujuh misi perdamaian PBB di seluruh dunia.

    "Saya ingin berterima kasih kepada Indonesia karena menjadi salah satu tuan rumah pertemuan tingkat menteri PBB tentang pemeliharaan perdamaian tahun 2027 di Jakarta," ungkap Guterres.

    Ia pun mengaku terkesan ketika melakukan kunjungan ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) PBB di Sentul. Hal ini menjadi jaminan bahwa pasukan penjaga perdamaian Indonesia akan menjadi pilar fundamentaal misi pemeliharaan perdamaian di seluruh dunia.

    Ia juga sempat menyampaikan pesan di hadapan 180 pasukan penjaga perdamaian yang akan dikirim ke Republik Afrika Tengah. Pasukan penjaga perdamaian, kata Guterres, akan menghadapi lingkungan paling berbahaya di dunia sekaligus meredakan ketegangan, mengawasi penyaluran bantuan yang sangat penting, melindungi warga sipil, dan menciptakan ruang bagi solusi politik.

    "Terima kasih atas komitmen Anda terhadap perdamaian. Saya datang ke sini hari ini untuk memberikan penghormatan kepada Anda atas keberanian Anda dalam menjalankan misi penting ini," katanya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More