Insiden nahas ini bermula saat rombongan peziarah yang berjumlah sekitar 150 orang dari Ludhiana dan Muktsar, Punjab, tiba di kota suci Vrindavan. Sekitar pukul 15.15 waktu setempat, sebagian dari rombongan menaiki kapal motor untuk menyeberangi Sungai Yamuna menuju kuil di seberang.
Kapal tersebut diduga kelebihan muatan karena mengangkut 25 hingga 32 penumpang, melebihi kapasitas aman. Saat berada di tengah sungai antara Banshi Vat dan Kesi Ghat, cuaca memburuk. Angin kencang membuat kapal kehilangan keseimbangan.
Menurut kesaksian warga, kapal bergoyang hebat dan melaju tanpa kendali hingga menabrak jembatan ponton yang sedang dalam perbaikan. Benturan keras dengan drum baja jembatan langsung membalikkan kapal, melempar seluruh penumpang ke sungai yang memiliki arus bawah kuat. Penyelidikan awal mengindikasikan operator kapal salah memperkirakan jarak aman, diperparah dengan ketiadaan jaket pelampung.
"Menurut laporan saksi, kapal langsung terbalik setelah menabrak struktur jembatan. Sejauh ini, 10 jenazah sudah ditemukan, dan kami terus menyisir sungai untuk mencari korban lainnya," kata Wakil Inspektur Jenderal Polisi (DIG) Wilayah Agra, Shailesh Kumar Pandey, dilansir India Today.
Diketahui, debit air Sungai Yamuna kerap berfluktuasi pada bulan April, yang memaksa pemerintah setempat membongkar sebagian jembatan ponton sementara. Sisa drum jembatan tersebut diduga menjadi bahaya bagi kapal kecil tanpa alat navigasi memadai.