Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kazakhstan Bangun PLTN Pertama Berkat Bantuan Rusia
PLTN (commons.wikimedia.org/JKremona)
  • Kazakhstan dan Rusia resmi menandatangani kesepakatan pembangunan PLTN pertama di Kazakhstan sebagai langkah memperkuat kerja sama energi dan teknologi antara kedua negara.
  • Nilai proyek PLTN mencapai sekitar Rp293 triliun, dengan sebagian dana dialokasikan untuk infrastruktur perlindungan fisik serta sosial, sekaligus mempererat hubungan budaya kedua negara.
  • Pemerintah Kazakhstan menargetkan berhenti mengimpor listrik dari Rusia pada 2027 karena kapasitas pembangkit domestik diperkirakan sudah mampu memenuhi kebutuhan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kazakhstan dan Rusia resmi menyetujui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di negara Asia Tengah tersebut. Langkah ini sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral Rusia dan Kazakhstan.  

Meskipun Kazakhstan dikenal sebagai salah satu produsen uranium terbesar di dunia, tapi negara itu tidak memiliki PLTN. Pembangunan PLTN pertama ini menjadi tonggak sejarah baru untuk kemandirian energi di Kazakhstan. 

1. Tokayev ucapkan terima kasih kepada Putin

bendera Kazakhstan (unsplash.com/vladuken)

Presiden Kazakhstan, Kassym Jomart Tokayev mengucapkan terima kasih kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ia mengakui pentingnya hubungan kedua negara dalam meningkatkan kemandirian energi. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Putin atas dukung proyek skala besar yang akan mendorong interaksi ilmu pengetahuan, pendidikan, dan teknologi antara kedua negara. Ini akan mendorong sektor energi dan industri secara keseluruhan,” tuturnya, dikutip dari Qazinform, Jumat (29/5/2026).

Tokayev menyebut, pentingnya ekstraksi sumber daya energi dan listrik untuk keperluan domestik dan pasar global. Menurutnya, pembangunan PLTN ini penting bagi Rusia dan Kazakhstan. 

2. Pembangunan PLTN diperkirakan mencapai Rp293 triliun

Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Pembangunan PLTN pertama di Kazakhstan ini diperkirakan akan mencapai 16,5 miliar dolar AS (Rp293 triliun). Kepala Badan Energi Atom Kazakhstan, Almasadam Satkaliyev mengatakan bahwa sebanyak 2 miliar dolar AS (Rp35,6 triliun) akan dialokasikan untuk infrastruktur perlindungan fisik dan sosial. 

Dilansir The Astana Times, Kazakhstan dan Rusia juga setuju untuk mempertahankan hubungan budaya antara kedua negara. Keduanya setuju untuk mendukung multilingualisme dengan mempromosikan bahasa Rusia dan Kazakhstan, beserta budaya tradisional lainnya. 

3. Kazakhstan akan setop impor listrik dari Rusia pada 2027

ilustrasi jaringan listrik (pexels.com/pok-rie-33563)

Pada awal Mei, Wakil Menteri Energi Kazakhstan, Sungat Yessumkhanov mengungkapkan rencana setop impor listrik dari Rusia pada 2027. Ia menyebut, kapasitas generator listrik dalam negeri diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan domestik pada 2027. 

“Jika semua fasilitas energi bekerja sesuai rencana pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, maka kami tidak perlu membeli listrik dari Rusia sepenuhnya pada 2027,” terangnya, dilansir dari The Moscow Times.

Sementara itu, Kazakhstan diketahui sebagai salah satu pengimpor listrik terbesar dari Rusia. Pada 2025, sebanyak 60 persen listrik Rusia diekspor ke Kazakhstan dan kemudian disusul China. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article