Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ikuti Kebijakan Uni Eropa, Swiss Perketat Aturan Ekspor ke Rusia

Ikuti Kebijakan Uni Eropa, Swiss Perketat Aturan Ekspor ke Rusia
Bendera Swiss (unsplash.com/Ingrid Martinussen)
Intinya Sih
  • Pemerintah Swiss memperluas sanksi terhadap Rusia dan Belarus dengan menambahkan individu serta kelompok baru, mengikuti kebijakan Uni Eropa terkait perang di Ukraina.
  • Sebanyak 115 pihak dikenai pembekuan aset dan larangan perjalanan, sementara aturan ekspor diperketat bagi 60 perusahaan untuk mencegah pengiriman barang ke militer Rusia.
  • Tujuh perusahaan dari negara lain masih menunggu keputusan sanksi karena pemeriksaan lanjutan, sementara Swiss terus menilai langkah tambahan di sektor keuangan dan perdagangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Swiss resmi memperluas daftar sanksi bagi Rusia dan Belarus pada Jumat (22/5/2026). Keputusan ini sejalan dengan langkah Swiss yang menerapkan sebagian aturan sanksi terbaru dari Uni Eropa terkait perang di Ukraina.

Departemen Ekonomi Federal Swiss mengumumkan, aturan baru ini mulai berlaku pada Jumat pukul 23.00 waktu setempat. Kebijakan tersebut mencakup penambahan nama orang dan kelompok ke dalam daftar sanksi, serta pengetatan aturan perdagangan untuk mencegah pengiriman barang ke militer Rusia.

Table of Content

1. Pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi 115 pihak

1. Pembekuan aset dan larangan perjalanan bagi 115 pihak

Potret kota Bern, Swiss
Potret kota Bern, Swiss (pexels.com/Louis)

Pemerintah Swiss memasukkan 115 orang dan kelompok ke dalam daftar sanksi terbaru. Harta benda mereka yang berada di Swiss akan dibekukan, dan mereka dilarang menerima uang dari pihak mana pun di negara tersebut. Pihak yang masuk dalam daftar ini juga tidak diizinkan masuk atau melewati wilayah Swiss.

Sanksi perorangan ini secara khusus ditujukan kepada pihak yang terhubung dengan industri senjata, sektor energi Rusia, serta kelompok yang diduga memindahkan paksa anak-anak Ukraina.

"Oleh karena itu, Swiss menyetujui sejumlah perubahan yang sebelumnya telah diputuskan oleh Uni Eropa dalam paket sanksi ke-20 mereka," kata perwakilan Departemen Urusan Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian Federal (EAER), dilansir The Straits Times.

2. Aturan ekspor diperketat untuk 60 perusahaan

Ilustrasi peti ekspor
Ilustrasi peti ekspor (pexels.com/Chanaka E)

Untuk ranah perdagangan, Swiss memperketat aturan ekspor bagi 60 perusahaan. Beberapa perusahaan tersebut beroperasi di negara lain di luar Rusia dan Belarus. Pengawasan ini dilakukan untuk menahan pergerakan barang-barang penting agar tidak dikirim ke pabrik senjata Rusia, sehingga sanksi internasional dapat berjalan lebih tertib.

"Dalam bidang perdagangan, ada 60 perusahaan tambahan yang akan menghadapi aturan ekspor yang lebih ketat, termasuk beberapa perusahaan yang berada di negara lain," kata perwakilan Departemen Ekonomi Federal Swiss.

3. Penundaan sanksi untuk tujuh perusahaan

ilustrasi aturan dan hukum (freepik.com/wirestock)

Meskipun sebagian besar aturan sudah berlaku, pemerintah Swiss menunda untuk memasukkan tujuh perusahaan dari negara lain ke dalam daftar sanksi resmi. Penundaan ini dilakukan karena pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut di lapangan.

Ke depannya, Pemerintah Swiss akan terus menilai perlu atau tidaknya aturan tambahan di sektor keuangan, energi, dan perdagangan sesuai dengan perkembangan perang saat ini.

"Langkah-langkah operasional akan memastikan bahwa sanksi ini tidak bisa dihindari oleh pihak mana pun," kata perwakilan Pemerintah Swiss.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More