Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Pabrik Sofa di Arab Saudi, 16 Pekerja Migran Tewas
Kebakaran (unsplash.com/Anna Popović)
  • Kebakaran di pabrik sofa kawasan industri Musa Sanaiya, Riyadh, pada 9 Agustus 2026 menewaskan 16 pekerja migran asal Bangladesh yang terjebak di dalam bangunan.
  • Api cepat membesar akibat material produksi sofa saat pekerja beristirahat; jalur evakuasi tertutup kobaran api, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki otoritas Saudi.
  • Kedutaan dan pemerintah Bangladesh mengidentifikasi korban, menyiapkan bantuan keluarga, serta mempercepat pemulangan jenazah; ALQST mendesak penyelidikan transparan terkait standar keselamatan kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kebakaran melanda sebuah pabrik sofa di kawasan industri Musa Sanaiya, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (9/8/2026). Insiden tersebut menewaskan 16 pekerja migran asal Bangladesh yang berada di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.

Pemerintah Bangladesh melalui Kedutaan Besar Bangladesh di Riyadh berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk menangani identifikasi korban dan proses pemulangan jenazah. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara perhatian juga tertuju pada standar keselamatan kerja di fasilitas tersebut.

1. Kebakaran menjebak pekerja di dalam pabrik

Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat ketika sebagian pekerja sedang beristirahat. Seorang pekerja yang baru kembali dari luar gedung melihat api dan melaporkan kejadian tersebut.

Material yang digunakan dalam produksi sofa membuat api dengan cepat membesar. Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk mengendalikan api dan mengevakuasi para pekerja.

"Semua orang sedang tidur ketika seorang pekerja keluar untuk memotong rambut lalu melihat api saat kembali," kata Ketua Serikat Khajura, Md Sohrab Hossain.

Laporan awal menyebut sejumlah pekerja terperangkap di dalam bangunan karena jalur evakuasi tertutup kobaran api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan para korban di dalam fasilitas tersebut.

2. Identifikasi korban dilakukan oleh otoritas Saudi

Sebagian besar korban diketahui berasal dari Distrik Naogaon, Bangladesh. Proses identifikasi dilakukan secara hati-hati karena kondisi jenazah mengalami luka bakar parah.

Kedutaan Besar Bangladesh mengatakan pihaknya mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan identitas korban dan memberikan bantuan kepada keluarga mereka. Data korban juga dicocokkan dengan informasi medis dan kependudukan.

"Kedutaan besar mengambil semua langkah yang diperlukan, termasuk mengonfirmasi identitas korban tewas dan memberikan bantuan menyeluruh sesuai arahan tingkat tertinggi pemerintah," kata Kedutaan Besar Bangladesh di Riyadh, dilansir The Hindu.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Pemerintah juga menegaskan pentingnya pendampingan bagi keluarga pekerja yang kehilangan anggota keluarga mereka.

3. Pemerintah Bangladesh percepat pemulangan jenazah

Pemerintah Bangladesh berupaya mempercepat proses administrasi dan pemulangan jenazah ke negara asal.

"Saya telah memerintahkan pejabat terkait untuk mempercepat pemulangan jenazah korban dan memastikan bantuan finansial pemerintah bagi keluarga terduka," kata Menteri Kesejahteraan Pekerja Migran dan Lapangan Kerja Luar Negeri Bangladesh, Ariful Haque Chowdhury, dilansir The New Arab.

Kebakaran tersebut juga memunculkan perhatian terhadap penerapan standar keselamatan bagi pekerja migran. Organisasi hak asasi manusia ALQST mendorong penyelidikan yang transparan untuk mengetahui penyebab kebakaran dan memastikan apakah prosedur keselamatan telah diterapkan.

Officer Pemantauan dan Advokasi ALQST, Nadyeen Abdulaziz, menilai kondisi kerja dan perlindungan keselamatan perlu menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Evaluasi diperlukan agar risiko serupa dapat diminimalkan bagi pekerja migran di sektor manufaktur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article