Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Arab Saudi di Kota Jazan

Houthi Klaim Serang Kilang Minyak Arab Saudi di Kota Jazan
potret kilang minyak (pexels.com/Michael Pointner)
Intinya Sih
  • Houthi mengklaim menyerang kilang Aramco di Jazan dengan drone pada 9 Agustus 2026; kebakaran terjadi namun telah dipadamkan tanpa korban luka, menurut Kementerian Energi Arab Saudi.
  • Juru bicara Houthi menyebut serangan sebagai balasan atas dugaan drone Saudi memasuki Hajjah dan Saada, di tengah rentetan serangan yang memperuncing konflik kedua pihak.
  • Dalam beberapa hari sebelumnya, Houthi menyerang tanker minyak dan Bandara Najran; serangan Juli ke kilang Jazan serta Yanbu sempat mengganggu produksi dan pengolahan minyak Saudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Houthi mengklaim telah melakukan serangan ke kilang minyak milik perusahaan energi nasional Arab Saudi, Aramco, yang terletak di Kota Jazan menggunakan sejumlah drone. Milisi Yaman tersebut mengatakan, serangan itu dilakukan pada Minggu (9/8/2026) dini hari waktu setempat.  

Menurut Kementerian Energi Arab Saudi, serangan itu membuat area di sekitar kilang mengalami kebakaran hebat. Beruntungnya, api saat ini sudah berhasil dipadamkan. Sebab, usai serangan terjadi, pihak manajemen Aramco langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang berkobar. 

"Tim pemadam kebakaran keamanan industri Saudi Aramco memadamkan kebakaran yang terjadi dini hari ini, Minggu, di salah satu fasilitas milik kilang Saudi Aramco di Jazan, tanpa ada korban luka," kata Kementerian Energi Arab Saudi, seperti dilansir The New Arab.

1. Serangan dilakukan sebagai balasan terhadap Arab Saudi

Drone militer untuk berperang.
ilustrasi serangan drone (pexels.com/Barıs Karagoz)

Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, mengatakan, serangan terhadap kilang minyak Aramco tadi dilakukan sebagai balasan atas drone Arab Saudi yang memasuki wilayah udara Yaman secara ilegal. Sebab, sebelum serangan dilakukan, Saree menyebut ada drone Riyadh yang memasuki wilayah dua provinsi di Yaman, yakni Provinsi Hajjah dan Saada. 

“Houthi telah berhasil menargetkan kilang minyak milik Aramco di Kota Jazan dengan sebuah drone dan serangan itu tepat sasaran," jelas Saree dalam sebuah pernyataan. 

Serangan drone ke kilang minyak Aramco tadi merupakan bagian dari rentetan serangan Houthi ke Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Hal ini membuat konflik antara Houthi dan Arab Saudi kini semakin panas. 

2. Houthi sebelumnya menyerang kapal tanker dan bandara Arab Saudi

Kapal sedang berlayar di laut.
ilustrasi kapal tanker minyak (pexels.com/Jeffry Surianto)

Sebelum ini, Houthi telah melakukan serangan ke dua kapal tanker minyak Arab Saudi yang sedang berlayar di Laut Merah dan Teluk Aden pada Rabu (5/8/2026) lalu. Itu merupakan kapal tanker ke-8 dan ke-9 milik Arab Saudi yang diserang Houthi sejak mereka menerapkan blokade maritim di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb kepada Riyadh pada 20 Juli.

Sehari sebelumnya, Selasa (4/8/2026), Houthi juga menyerang bandara kecil di Arab Saudi yang ada di wilayah perbatasan dengan Yaman, yakni Bandara Najran. Serangan itu menghantam sistem radar yang ada di bandara tersebut. Serangan ini juga dilakukan sebagai balasan karena drone Riyadh telah memasuki wilayah udara di Provinsi Hajjah dan Saada. 

3. Houthi juga menyerang kilang minyak Aramco pada Juli

Perusahaan minyak Aramco.
potret perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Aramco (commons.wikimedia.org/Carlos Figueroa Rojas)

Serangan Houthi terhadap kilang minyak milik Aramco tadi sebetulnya bukan pertama kali. Pada 27 Juli lalu, Houthi juga melakukan serangan serupa terhadap kilang minyak Aramco yang ada di Kota Jazan dan Yanbu. Ketika itu, serangan ini memaksa Aramco untuk menutup sementara kilang minyaknya di kedua wilayah tersebut. 

Menurut pemimpin Aramco, Amin Nasser, serangan Houthi terhadap kilang minyaknya telah membuat produksi dan pengolahan minyak di Arab Saudi terganggu. Kendati demikian, operasi kilang bisa kembali normal dalam waktu yang relatif singkat berkat tindakan yang dilakukan para ahli. 

Namun, Nasser tetap menilai serangan Houthi terhadap kilang minyak telah merugikan Arab Saudi. Oleh karena itu, ia mendesak milisi Yaman tersebut untuk menghentikan serangannya terhadap Riyadh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More