Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenkes Turki Sanksi 100 Dokter Kandungan, Kenapa?
Ilustrasi dokter (Unsplash.com/Online Marketing)
  • Kementerian Kesehatan Turki menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 100 dokter kandungan karena dianggap mengabaikan prosedur persalinan normal, termasuk pembekuan izin praktik dan kewajiban pelatihan tambahan.
  • Turki tercatat memiliki tingkat operasi caesar tertinggi di antara negara OECD, mencapai lebih dari 60 persen kelahiran, dipicu faktor efisiensi waktu, kekurangan bidan, dan kekhawatiran tuntutan hukum.
  • Pemerintah meluncurkan program Dekade Keluarga untuk mendorong persalinan normal serta melarang operasi caesar tanpa alasan medis, meski kebijakan ini menuai kritik dari oposisi dan kelompok hak perempuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan Turki resmi mendenda dan membekukan izin praktik lebih dari 100 dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Kebijakan ini diambil karena para dokter tersebut dinilai mengabaikan prosedur persalinan normal.

Keputusan tersebut mendapat penolakan dari komunitas medis setempat yang menilai pemerintah melakukan intervensi sepihak. Para dokter khawatir aturan baru ini bisa membahayakan keselamatan ibu hamil yang membutuhkan operasi darurat.

1. Sanksi pembekuan izin praktik dan pelatihan tambahan bagi dokter

Selain membekukan izin, pemerintah mewajibkan para dokter yang terdampak untuk menjalani pelatihan perawatan kehamilan tambahan. Asosiasi medis setempat melaporkan adanya penyelidikan disiplin yang ketat dalam penertiban ini.

Di wilayah Sakarya, seorang dokter spesialis dilarang berpraktik selama enam bulan akibat kebijakan tersebut. Dokter ini harus lulus ujian kompetensi sebelum diizinkan kembali melayani pasien.

Penyelidikan disiplin ini menimbulkan kecemasan bagi para dokter yang membuka praktik di sektor swasta. Mereka kini mendesak pemerintah untuk meninjau ulang dasar hukum yang digunakan dalam pemberian sanksi tersebut.

2. Penyebab tingginya angka operasi caesar di Turki

Data Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menunjukkan Turki memiliki tingkat operasi caesar tertinggi dari 38 negara anggota. Dari setiap 1.000 kelahiran hidup, terdapat sekitar 615 operasi caesar. Angka ini melebihi batas aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dari sisi operasional, operasi caesar dipilih karena lebih hemat waktu bagi staf rumah sakit. Prosedur bedah hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sedangkan persalinan normal bisa memakan waktu hingga 12 jam.

Alasan lainnya adalah untuk menghindari risiko tuntutan hukum atas dugaan malapraktik. Masalah lain seperti kurangnya bidan terlatih juga membuat ketergantungan pada metode operasi ini semakin tinggi.

"Angka operasi caesar di Turki sudah di atas 60 persen. Hal ini menunjukkan adanya berbagai masalah dalam sistem pelayanan kesehatan kami," kata Pejabat Asosiasi Medis Turki, Dr. Ayse Gultekingil, dilansir Malay Mail.

3. Program pemerintah untuk mendorong persalinan normal

Pemerintah Turki di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan sedang menjalankan program Dekade Keluarga untuk meningkatkan angka kelahiran nasional. Kampanye persalinan normal menjadi strategi utama untuk mendorong pertumbuhan penduduk.

Lewat aturan baru ini, kementerian melarang keras operasi caesar atas permintaan sendiri tanpa alasan medis di fasilitas kesehatan swasta. Klinik swasta kini wajib menyediakan unit persalinan standar untuk mendukung persalinan normal.

Namun, aturan ketat ini dikritik oleh kelompok oposisi dan organisasi hak perempuan. Mereka menilai pembatasan ini bisa membahayakan keselamatan ibu hamil di daerah terpencil yang kekurangan fasilitas darurat.

"Sikap yang menganggap operasi caesar tidak penting dan memaksakan persalinan normal ini seolah hanya melihat perempuan sebagai mesin pencetak anak," kata Anggota Parlemen Turki, Aylin Nazlıaka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article