Jakarta, IDN Times - Ketegangan tak biasa muncul antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, di tengah memanasnya konflik Iran. Kritik moral dari Vatikan terhadap perang justru berujung pada serangan balik dari Trump.
Konflik ini bermula dari pernyataan Paus Leo yang menyinggung perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Dalam khotbahnya, Paus menegaskan, ajaran agama tidak dapat digunakan untuk membenarkan kekerasan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi geopolitik yang memanas sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Teheran membalas dengan serangan ke Israel dan aset Amerika di kawasan Teluk, bahkan menutup Selat Hormuz.
Langkah Iran itu memicu kekhawatiran global, terutama terkait distribusi minyak dunia dan potensi krisis energi. Meski sempat ada gencatan senjata, konflik belum menunjukkan tanda mereda.
Perdebatan antara Trump dan Paus Leo berkembang menjadi polemik terbuka. Hal ini memperlihatkan benturan dalam memandang perang.
