Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Keuangan Membaik, Paus Leo Resmi Cabut Aturan Pemotongan Gaji Era Pandemi
ilustrasi kenaikan gaji (magnific.com/freepik)
  • Paus Leo XIV memulihkan gaji kardinal dan pejabat Vatikan ke nominal sebelum pandemi melalui dekret berlaku 1 September 2026, tanpa pembayaran surut dan tetap membekukan kenaikan berkala.
  • Pemotongan gaji diberlakukan Paus Fransiskus pada 2021 setelah penutupan Museum Vatikan memicu defisit hingga 70 juta euro; kebijakan itu ditujukan mencegah PHK staf.
  • Kondisi keuangan membaik setelah Bank Vatikan mencatat laba bersih 51 juta euro; Paus Leo XIV juga memilih membangun gedung arsip baru di kawasan Vatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN TimesPaus Leo XIV secara resmi memulihkan gaji para kardinal dan pejabat Vatikan ke nominal sebelum pandemi COVID-19. Keputusan tersebut tertuang dalam dekret kepausan yang diterbitkan pada Senin (14/9/2026), sekaligus mencabut status darurat pemotongan penghasilan yang berlaku selama krisis kesehatan global.

Pengumuman kebijakan ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-71 Paus Leo XIV di Kota Vatikan. Berakhirnya masa penghematan ini juga menjadi sinyal positif bahwa kondisi keuangan telah kembali stabil.

1. Dekret baru resmi pulihkan gaji pejabat Vatikan

Melalui dekret motu proprio, Paus Leo XIV menghapus pembatasan gaji yang berlaku efektif per 1 September 2026. Meski demikian, aturan baru ini menegaskan bahwa pemulihan nominal gaji tidak berlaku surut untuk tahun-tahun sebelumnya.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi teknis dari Sekretariat Ekonomi Takhta Suci. Ketetapan tersebut juga masih mempertahankan pembekuan kenaikan gaji berkala (tunjangan senioritas) guna menjaga disiplin anggaran tanpa membebani kas negara.

"Penghematan gaji ini sudah bisa diakhiri. Saya yakin seluruh lembaga di Vatikan akan terus menjaga kestabilan ekonomi melalui berbagai cara," kata Paus Leo XIV, dikutip dari Associated Press.

2. Pemotongan gaji diawali saat pandemi era Paus Fransiskus

Penghematan anggaran ini pertama kali disahkan oleh Paus Fransiskus pada 23 Maret 2021. Penutupan Museum Vatikan selama pandemi menggerus sumber pendapatan utama dan memicu defisit tahunan hingga 70 juta euro (Rp1,42 triliun).

Aturan pada 2021 tersebut memotong gaji kardinal sebesar 10 persen, kepala departemen 8 persen, dan rohaniwan (klerus) sebesar 3 persen. Pemangkasan ini terpaksa dilakukan demi mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap staf yang memiliki tanggungan keluarga.

"Penghematan pengeluaran ini harus dilakukan untuk mengatasi defisit keuangan yang memengaruhi seluruh pendapatan kita," ujar Paus Fransiskus.

3. Keuangan Vatikan membaik

Pemulihan gaji ini terwujud seiring dengan membaiknya kondisi kas gereja setelah Bank Vatikan membukukan laba bersih sebesar 51 juta euro (Rp1,03 triliun). Kini, gaji kardinal di Kuria Roma kembali normal pada kisaran 4.500 hingga 5.000 euro (Rp91,45 juta-Rp101,61 juta) per bulan.

Bersamaan dengan kebijakan ini, Paus Leo XIV juga membatalkan rencana pemindahan sebagian koleksi arsip ke luar kota. Sebagai gantinya, Paus menginstruksikan pembangunan gedung arsip baru di area parkir Vatikan untuk memfasilitasi pelestarian aset literatur sejarah.

"Kini ada kesempatan baik untuk membangun ruang-ruang baru di dalam kawasan Kota Vatikan," tutur Paus Leo XIV.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article