1 dari 4 Anak Indonesia Disebut Fatherless, GATI Soroti Peran Ayah

- Pendataan Keluarga 2025 mencatat angka fatherless sebesar 25,8 persen atau disebut setara 1 dari 4 anak di Indonesia.
- Ketidakseimbangan peran ayah dan ibu disebut berkaitan dengan persoalan akademik, kesehatan, serta kondisi emosional anak.
- GATI menyediakan empat layanan dan menyasar ayah serta remaja laki-laki sebagai calon ayah.
Jakarta, IDN Times - Kemendukbangga/BKKBN menyoroti fenomena fatherless setelah Pendataan Keluarga 2025 menunjukkan angka 25,8 persen. Kondisi ini disebut menjadi salah satu alasan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) diprioritaskan untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
Direktur Bina Ketahanan Remaja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Irma Ardiana mengatakan angka tersebut menunjukkan besarnya persoalan keterlibatan ayah dalam keluarga.
"Satu dari empat anak di Indonesia itu merasakan tidak adanya ayah gitu, ya. Jadi ada fatherless," kata dia diskusi dengan awak media, di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
1. Dampaknya disebut merembet ke anak

Direktur Bina Ketahanan Remaja, Irma Ardiana. (IDN Times/Lia Hutasoit) Irma mengatakan persoalan fatherless tidak hanya berkaitan dengan absennya ayah secara fisik. Dari studi literatur yang dipaparkan, ketidakseimbangan peran ayah dan ibu disebut berkaitan dengan persoalan akademik, kesehatan, serta kondisi emosional anak.
"Jika misalnya salah satu tidak seimbang, dan dalam hal ini kita lebih melihat lagi adalah khusus untuk fatherly lock-nya, ternyata itu menimbulkan isu tentang masalah akademik bagi anak-anak kita," kata dia.
Dia juga menyebut anak lebih rentan mengalami kecemasan, depresi, dan persoalan kepercayaan diri.
2. Remaja ikut menjadi sasaran GATI

Direktur Bina Ketahanan Remaja, Irma Ardiana. (IDN Times/Lia Hutasoit) Besarnya populasi produktif membuat isu tersebut dipandang berkaitan dengan masa depan bonus demografi. Narasumber mengatakan Gen Z, Milenial, dan Post Gen Z mencakup hampir 70 persen populasi sehingga persoalan pengasuhan dinilai perlu diperhatikan sejak remaja.
"Padahal kita ingin sekali bonus demografi itu bisa dicapai tidak hanya sebenarnya isu tentang capaian akademiknya, tetapi juga life skill-nya," ujarnya.
GATI kemudian menyasar remaja laki-laki sebagai calon ayah, selain ayah yang sudah memiliki anak.
3. GATI bangun ruang untuk ayah

Gerakan Ayah Mengambil Rapor atau Gemar (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah) GATI memiliki empat layanan, yakni Halo GATI, Kompak Tenan, DEKAT, dan program berbasis institusi pendidikan. Layanan tersebut diarahkan agar ayah memiliki ruang berkonsultasi, belajar bersama komunitas, serta memperoleh dukungan dalam pengasuhan.
"Nah, sekarang apa sih sebenarnya GATI itu? Kita membangunnya ada 4 layanan dari program," kata Irma.
Untuk komunitas, Kemendukbangga/BKKBN mengklaim telah mendata 1.116 Kompak Tenan di seluruh Indonesia.

















